Dunia Kerja Berubah, Kuliah Jurusan Teknologi Jadi Pilihan Strategis Generasi Muda
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mahasiswa Cyber University mengikuti pembelajaran berbasis teknologi sebagai bekal menghadapi dunia kerja di era transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI). Foto: Cyber University.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Perkembangan Artificial Intelligence (AI), otomatisasi, dan transformasi digital mengubah kebutuhan dunia kerja secara signifikan. Di tengah perubahan tersebut, memilih jurusan teknologi dinilai menjadi salah satu langkah strategis bagi generasi muda untuk meningkatkan daya saing sekaligus mempersiapkan karier di masa depan.
Seiring meningkatnya adopsi teknologi di berbagai sektor, kebutuhan terhadap talenta digital terus bertumbuh. Beragam bidang seperti data science, kecerdasan buatan, keamanan siber, perangkat lunak, bisnis digital, hingga financial technology (fintech) membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri.
Kepala Kampus Cyber University, Ibnu Alfarobi, mengatakan perubahan pola rekrutmen perusahaan menunjukkan bahwa penguasaan keterampilan digital kini menjadi salah satu faktor penting dalam proses seleksi tenaga kerja.
“Perusahaan saat ini tidak hanya melihat ijazah atau nilai akademik, tetapi juga kemampuan praktis yang dimiliki calon karyawan. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri sejak dini,” ujar Ibnu.
Menurutnya, pendidikan tinggi berbasis teknologi tidak lagi dipandang sekadar sebagai proses memperoleh gelar akademik, melainkan menjadi investasi jangka panjang untuk mempersiapkan lulusan menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.
Ibnu menjelaskan, program studi berbasis teknologi umumnya menghadirkan kurikulum yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep di ruang kelas, tetapi juga terlibat dalam berbagai proyek yang mendorong kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengembangkan inovasi berbasis teknologi.
“Pembelajaran berbasis proyek membuat mahasiswa terbiasa menyelesaikan persoalan nyata. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif,” jelasnya.
Sejumlah bidang keilmuan diperkirakan masih akan menjadi kebutuhan utama industri dalam beberapa dekade mendatang. Di antaranya Sistem Informasi, Data Science dan Artificial Intelligence, Bisnis Digital, Financial Technology (Fintech), hingga Sistem dan Teknologi Informasi yang berfokus pada pengembangan serta perlindungan sistem digital.
Meski demikian, Ibnu menilai keberhasilan lulusan tidak hanya ditentukan oleh pilihan program studi. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab untuk membangun ekosistem pembelajaran yang mampu mengikuti perkembangan industri.
“Kampus perlu menghadirkan kurikulum berbasis industri, pembelajaran yang fleksibel, kesempatan magang, serta kolaborasi dengan dunia usaha agar mahasiswa memiliki pengalaman yang relevan sebelum lulus,” ungkapnya.
Sebagai perguruan tinggi yang mengusung visi Shaping Digital Future Leader, Cyber University mengembangkan model pembelajaran yang terintegrasi dengan dunia industri melalui Company Learning Program (CLP) 3+1. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh tiga tahun perkuliahan di kampus dan satu tahun magang langsung di perusahaan sehingga memiliki pengalaman profesional sebelum menyelesaikan studi.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memahami budaya kerja, komunikasi profesional, dan dinamika industri yang akan dihadapi setelah lulus.
Ibnu menambahkan, perkembangan AI seharusnya dipandang sebagai peluang untuk terus meningkatkan kompetensi, bukan sebagai ancaman bagi dunia kerja.
“Teknologi akan terus berkembang. Karena itu, kemampuan belajar, beradaptasi, dan menguasai keterampilan baru menjadi kunci agar generasi muda tetap relevan dan mampu bersaing di masa depan,” tutupnya.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi, perguruan tinggi dituntut terus beradaptasi agar mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja, inovatif, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha pun dinilai menjadi faktor penting dalam mencetak talenta digital yang mampu menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di era AI.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar