Pemain Seni Merayu Tuhan Bagikan Kisah di Balik Proses Syuting
- account_circle Muhammad Naufal Nurfikri
- calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Ari Irham, Lutesha, dan Rieke Diah Pitaloka membagikan pengalaman mereka setelah membintangi film Seni Merayu Tuhan. Ketiganya mengaku menemukan banyak pelajaran selama menjalani proses syuting. Mereka juga merasakan kedekatan emosional dengan karakter yang masing-masing perankan.
Dilansir dari Detik.com, bahwa Ari Irham menganggap karakter Hikmah sangat dekat dengan kehidupan pribadinya. Ia bahkan menyadari masih memiliki sifat egois yang pernah muncul dalam perjalanan hidupnya. Karena itu, proses syuting sekaligus menjadi ruang refleksi bagi dirinya.
Ari Irham juga menyampaikan, “Maaf ya, Mah, kalau nonton, Mah. Maaf, Mah. I love you, Mah. I love you.” Ucapan itu ia lontarkan sambil bercanda ketika mengaku sering lupa membalas pesan sang ibu. Momen tersebut langsung mengundang tawa para tamu yang hadir dalam acara press screening.
Lutesha memerankan Sophia, kekasih Hikmah yang memiliki keyakinan berbeda. Menurutnya, karakter Sophia membutuhkan empati yang besar karena harus menerima kenyataan bahwa hubungan mereka menghadapi banyak tantangan. Selain itu, ia menilai film tersebut menyampaikan pesan tentang cinta, toleransi, dan keikhlasan.
Sementara itu, Rieke Diah Pitaloka memerankan Bu Halimah, ibu Hikmah. Ia mengaku peran tersebut terasa sangat spesial karena memiliki kedekatan dengan kehidupannya sebagai ibu dari anak laki-laki yang mulai beranjak dewasa. Oleh sebab itu, ia menyebut Seni Merayu Tuhan sebagai salah satu karya paling berkesan sepanjang karier aktingnya.
Film Seni Merayu Tuhan mengadaptasi buku laris karya Habib Husein Ja’far Al Hadar. Sutradara Cesa David mengangkat kisah perjalanan batin seorang pemuda yang berusaha bangkit setelah kehilangan ibunya. Film ini akan mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 13 Agustus 2026.
- Penulis: Muhammad Naufal Nurfikri


Saat ini belum ada komentar