Persija Sabet Gelar Best Academy EPA Super League 2025/2026
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Langkah Persija Jakarta di Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026 ditutup dengan sederet prestasi. Selain membawa Persija U-20 menjadi juara, klub berjuluk Macan Kemayoran itu juga meraih berbagai penghargaan individu dan tim, termasuk predikat Best Academy EPA Super League 2025/2026.
Pelatih Persija U-20, Furqon Alkatiri, dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik EPA U-20 Super League 2025/2026. Sementara itu, pelatih Persija U-18, Ferdiansyah, juga meraih penghargaan serupa di kategori U-18.
Prestasi Persija tak berhenti di situ. Tim Persija U-16 dan U-18 turut mendapat penghargaan Fair Play berkat konsistensi menjaga sportivitas sepanjang kompetisi berlangsung.
Di sektor individu, pemain Persija U-20, Ahmad Mujadid, tampil menonjol dengan meraih gelar top skor EPA U-20. Ia mencatatkan total 27 gol sepanjang musim.
Predikat Best Academy kembali menjadi milik Persija pada musim ini. Penghargaan tersebut dinilai menjadi bukti konsistensi klub dalam membangun sistem pembinaan usia muda secara berkelanjutan.
Chief of Persija Development, Ricky Nelson, mengatakan keberhasilan Persija U-20 meraih gelar juara merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani sepanjang musim.
“Raihan juara Persija U-20 itu sebagai penanda konsistensi kami yang tak mau cepat puas dengan apa yang telah diraih sebelumnya. Sebenarnya juara bukan tujuan utama kami,” ujar Ricky mengutip dari laman resmi Persija, Selasa (19/5).
Menurut dia, Persija terus memperkuat proses pembentukan tim melalui sistem pencarian bakat yang lebih terarah. Langkah tersebut dilakukan agar klub mendapatkan pemain muda berkualitas yang mampu memperkuat tim di setiap jenjang usia.
Ricky juga menegaskan bahwa predikat Best Academy memang menjadi target yang terus dipertahankan Persija. Ia menyebut klub berupaya menanamkan metodologi pembinaan dan memperkuat identitas permainan khas Persija kepada para pemain muda.
“Terkait Best Academy adalah target yang memang ditanamkan. Kami terus berusaha menanamkan metodologi dan menguatkan Persija DNA,” kata Ricky yang juga menjabat sebagai asisten pelatih tim senior Persija.
Keberhasilan di EPA Super League 2025/2026 menjadi modal penting bagi Persija dalam menjaga kesinambungan pembinaan pemain muda. Klub berharap sistem akademi yang terus berkembang dapat melahirkan lebih banyak talenta untuk tim senior maupun sepak bola Indonesia.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar