Viral Ngadu Harga Beras ke Mentan, Maba Undip Adriano Dapat Beasiswa S2 ke Inggris
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Adriano Jeconia Padama menghadiri konferensi pers bersama Rektor Undip Suharnomo di Gedung Rektorat Undip. Foto: KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Nama Adriano Jeconia Padama, mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip), menjadi perhatian setelah keberaniannya menyampaikan persoalan harga beras di daerah asalnya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Adriano menyampaikan keluhan tersebut secara langsung saat acara penerimaan mahasiswa baru Undip pada Kamis (6/8/2026). Ia mengungkap kondisi harga beras di sejumlah wilayah Alor yang menurutnya dapat mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram ketika distribusi mengalami gangguan.
Mahasiswa yang akrab disapa Dede itu tidak hanya menyampaikan keluhan secara lisan. Ia juga membawa data mengenai kondisi harga beras di daerahnya. Cara Adriano menyampaikan persoalan tersebut kemudian menjadi viral di media sosial dan mendapat perhatian publik.
Persoalan yang disampaikan Adriano kemudian ditindaklanjuti langsung oleh Mentan Amran. Sehari setelah video tersebut ramai diperbincangkan, Amran melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor pada Sabtu (8/8/2026).
Dalam kunjungannya, Amran memastikan ketersediaan beras di gudang-gudang Perum Bulog dalam kondisi aman. Ia juga menyebut harga beras di Alor saat itu telah berada di kisaran Rp13.000 per kilogram, setara dengan harga beras di Jakarta.
Keberanian Adriano Berbuah Apresiasi
Viralnya Adriano ternyata membawa kabar baik bagi perjalanan pendidikannya. Rektor Undip Suharnomo kemudian menyampaikan bahwa kampus memberikan apresiasi atas keberanian mahasiswa tersebut dalam menyampaikan persoalan masyarakat.
Adriano mendapatkan dukungan pendidikan untuk melanjutkan studi hingga jenjang magister. Ia bahkan mendapat kesempatan memperoleh beasiswa S2 double degree di Undip dan University of Sheffield, Inggris.
Apresiasi tersebut diberikan karena Adriano dinilai berani menyuarakan persoalan yang dialami masyarakat di daerah asalnya. Sikap tersebut dianggap menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial sekaligus keberanian menggunakan data untuk menyampaikan aspirasi.
Berawal dari Keluhan Harga Beras
Adriano merupakan mahasiswa asal Alor yang baru memulai pendidikan di Undip. Perhatiannya terhadap harga pangan di daerah asal membuatnya memanfaatkan kesempatan bertemu Mentan untuk menyampaikan kondisi yang menurutnya perlu mendapat perhatian pemerintah.
Kisah tersebut kemudian berkembang menjadi sorotan yang lebih luas. Tidak hanya persoalan harga beras yang dibahas, tetapi juga bagaimana suara mahasiswa dapat menjadi perhatian ketika disampaikan dengan keberanian dan didukung data.
Bagi Adriano, persoalan yang ia sampaikan bukan sekadar mencari perhatian. Ia membawa pengalaman dari daerah asalnya untuk menyampaikan kondisi yang dirasakan masyarakat secara langsung.
Kisah tersebut kini menjadi salah satu momen menarik dalam rangkaian penerimaan mahasiswa baru Undip 2026. Dari menyampaikan persoalan harga beras di kampung halaman, Adriano justru mendapatkan kesempatan baru untuk melanjutkan pendidikan hingga tingkat magister di dalam dan luar negeri.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar