Mahasiswa LSPR Ajak Warga Bogor Ubah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month 22 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kegiatan edukasi pengelolaan sampah organik dalam Program SRAYA di Desa Tajurhalang, Bogor.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business meluncurkan program pemberdayaan masyarakat bertajuk SRAYA (Sampah Rumah Tangga Berdaya) untuk mendorong pengelolaan sampah organik yang lebih berkelanjutan di Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Program tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dan melibatkan perangkat desa, kader Kampung Ramah Lingkungan (KRL) River Valley, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, serta sekitar 40 warga setempat.
Melalui program SRAYA, warga diberikan pelatihan mengenai cara memilah sampah rumah tangga dan mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Selain edukasi, mahasiswa juga membangun titik kumpul sampah organik komunal untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih terorganisir.
Penyambung Lingkungan Hidup Kecamatan Cijeruk, Joise Ursua, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat karena membantu meningkatkan pemahaman warga mengenai pengelolaan sampah.
“Sekarang warga sudah lebih mengerti bedanya sampah organik dan anorganik, bahkan tahu cara mengelolanya lebih baik lagi,” ujar Penyambung Lingkungan Hidup Kecamatan Cijeruk, Joise Ursua, dalam keterangan resminya di Bogor, Jumat (12/6).
Program SRAYA diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat bahwa sampah organik tidak hanya dapat dikurangi, tetapi juga dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Upaya tersebut sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, program ini juga mendorong warga untuk mengurangi kebiasaan membakar sampah yang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.
Ketua Kampung Ramah Lingkungan River Valley, Diah Wulandari, mengapresiasi antusiasme warga yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, program seperti SRAYA dapat menjadi sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda.
“Acara luar biasa ini dapat meng-influence pemuda-pemudi menjadi lebih peduli dengan lingkungan, sehingga dampaknya dapat diwariskan ke anak cucu kita nanti,” ujar Ketua Kampung Ramah Lingkungan River Valley, Diah Wulandari, dalam keterangan resminya di Bogor, Jumat (12/6).
Diah juga menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lingkungan memberikan dampak positif bagi masyarakat karena mampu menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara langsung.
Sebelum diterapkan di masyarakat, konsep kampanye SRAYA telah dipresentasikan dalam International Exam yang melibatkan 18 kelompok peserta. Program tersebut berhasil meraih penghargaan 1st Runner Up of The Best Presentation dan 1st Runner Up of The Best Paper.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah setempat, program SRAYA diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri serta berkelanjutan di Desa Tajurhalang dan wilayah lainnya.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar