Geger Challenge Al-Qur’an Ditukar Miras, The Sounds Project Langsung Ambil Sikap
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

The Sounds Project mengambil sikap terkait kontroversi challenge di salah satu booth sponsor. Foto: Instagram @thesoundsproject.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Festival musik The Sounds Project menjadi sorotan setelah muncul aksi kontroversial di salah satu booth sponsor, Newport, pada Minggu (9/8/2026). Dalam challenge tersebut, pengunjung diminta membaca atau menghafal surat-surat Al-Qur’an untuk mendapatkan satu botol minuman keras (miras).
Dilansir dari detikPop, aksi tersebut kemudian memicu kecaman publik karena dianggap menjadikan kitab suci dan nilai agama sebagai bagian dari aktivitas promosi produk beralkohol. Respons terhadap kejadian itu ramai disampaikan melalui media sosial.
Pihak The Sounds Project akhirnya memberikan pernyataan resmi pada Selasa (11/8/2026). Penyelenggara menyatakan mengecam keras kejadian tersebut dan menegaskan bahwa mereka tidak membenarkan penggunaan agama sebagai bahan challenge maupun promosi dalam bentuk apa pun.
Promotor juga menjelaskan bahwa aktivitas di booth Newport tersebut berada di luar arahan dan persetujuan penyelenggara. Mereka menegaskan tidak menoleransi tindakan yang dinilai menyinggung agama maupun SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area festival, termasuk sponsor dan mitra kerja sama.
The Sounds Project kemudian mengambil sejumlah langkah sebagai bentuk tanggung jawab dan tindak lanjut atas insiden tersebut. Penyelenggara memberikan teguran keras kepada pihak sponsor serta meminta kasus tersebut diselesaikan secara menyeluruh.
Selain itu, pihak festival akan mengawal proses identifikasi terhadap oknum yang terlibat langsung dalam aksi tersebut. Identifikasi dilakukan agar pihak yang bersangkutan dapat mempertanggungjawabkan tindakannya sesuai proses hukum maupun ketentuan operasional yang berlaku.
Penyelenggara juga berencana melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dalam penyelenggaraan The Sounds Project berikutnya.
The Sounds Project menegaskan bahwa penghormatan terhadap agama dan keyakinan seluruh penonton merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan festival. Karena itu, mereka menyatakan tidak memberikan toleransi terhadap aktivitas yang menggunakan agama sebagai bahan promosi atau tindakan yang dapat menyinggung SARA.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar