Hadir di Peluncuran Buku Rocky Gerung, Pramono Anung Tegaskan Komitmen Kesehatan dan Pendidikan DKI
- account_circle Alya Naura Maharani
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pramono Anung
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Sejak awal menakhodai ibu kota, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terus menunjukkan komitmen kuatnya untuk memprioritaskan sektor kesehatan dan pendidikan. Pihaknya bertekad mengawal anggaran di kedua bidang krusial tersebut agar tidak mengalami pemangkasan, melainkan terus bertambah demi menjamin hak seluruh warga Jakarta.
Langkah taktis ini tersaji nyata lewat penyediaan fasilitas medis yang masif dan terintegrasi di seluruh penjuru kota. Pramono memaparkan bahwa saat ini wilayah DKI Jakarta telah mengoperasikan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, serta 292 puskesmas pembantu yang siap melayani kebutuhan medis masyarakat kapan saja.
Pernyataan tersebut terlontar langsung saat Pramono menghadiri acara peluncuran dan diskusi buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z” karya Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi Kusman yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7).
Genjot Ratusan Ribu Beasiswa hingga Jenjang S3
Beralih ke sektor pendidikan, Pemprov DKI Jakarta terus menggulirkan berbagai program afirmasi seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga program penebusan ijazah bagi siswa yang terkendala biaya.
Sejauh ini, jajaran Pemprov DKI Jakarta sukses menyalurkan 707.477 beasiswa untuk pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Sementara di tingkat perguruan tinggi, sebanyak 15.825 mahasiswa jenjang S1 telah merasakan manfaat dana bantuan pendidikan tersebut.
Bahkan, kebijakan anyar kini resmi memperluas jangkauan beasiswa ini hingga ke jenjang magister (S2) dan doktoral (S3). Tidak berhenti di situ, Pramono membocorkan rencana besar untuk tahun depan terkait penyediaan beasiswa luar negeri berskema daerah layaknya LPDP pusat.
“Mulai tahun depan, Pemprov DKI akan menyiapkan program beasiswa daerah semacam LPDP yang akan menyekolahkan 50 hingga 75 anak berprestasi dari keluarga tidak mampu ke luar negeri,” ungkap Pramono penuh optimisme.
Menghidupkan Roh Marhaenisme Melalui Sekolah Rakyat
Dalam kesempatan yang sama, Pramono membagikan potret keberhasilan Sekolah Rakyat di kawasan Jakarta Selatan. Fasilitas pendidikan ini khusus menampung anak-anak gelandangan, anak-anak putus sekolah, hingga mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan broken home.
“Saat ini sudah tertampung kurang lebih 100 anak di Jakarta Selatan, dan 90 di antaranya mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” jelasnya.
Bagi Pramono, kehadiran sekolah ini merefleksikan esensi sejati dari pemikiran Marhaenisme, yaitu merangkul dan mengangkat derajat kaum paling bawah yang kerap terpinggirkan agar mereka kembali memiliki harapan hidup yang cerah.
“Fasilitas dan semangat di sana sangat luar biasa. Inilah sebenarnya roh dari Marhaenisme yang sejati. Saya berharap, Buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z ini dapat menginspirasi kita semua. Apalagi ada banyak tokoh dan anak-anak muda yang menjadi harapan kita bersama,” pungkasnya di akhir sesi diskusi.
- Penulis: Alya Naura Maharani


Saat ini belum ada komentar