Mau Jadi Paskibraka? Bukan Cuma Tinggi Badan, Ini Sederet Syarat yang Harus Dipenuhi
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Calon anggota Paskibraka mengikuti latihan menjelang upacara HUT Kemerdekaan RI. Foto: Warta Jogjakota.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjadi impian banyak pelajar di Indonesia. Namun, untuk bisa terpilih, calon peserta tidak hanya dinilai dari tinggi badan dan penampilan fisik.
Dilansir dari detikEdu, proses seleksi Paskibraka mencakup berbagai aspek, mulai dari persyaratan akademis, kesehatan, kemampuan baris-berbaris, kebugaran, kepribadian, hingga minat dan bakat. Tahapannya juga dilakukan secara bertahap dari tingkat kabupaten/kota hingga pusat.
Tinggi Badan Jadi Salah Satu Syarat Awal
Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Dr Rima Agristina menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta sejak proses pendaftaran.
Untuk seleksi Paskibraka, tinggi badan minimal ditetapkan 165 cm untuk putri dan 170 cm untuk putra. Selain itu, calon peserta harus duduk di kelas 10 ketika mendaftar, memenuhi ketentuan usia, memiliki kondisi kesehatan yang baik, serta mendapatkan izin dari kepala sekolah dan orang tua.
Nilai akademis juga menjadi perhatian. Rapor digunakan sebagai salah satu bukti bahwa calon peserta memiliki kemampuan akademis yang memadai untuk mengikuti proses pembelajaran dan pelatihan selama menjadi Paskibraka.
Tes Wawasan Kebangsaan hingga Kebugaran
Setelah memenuhi persyaratan awal, peserta harus melewati sejumlah tes. Pada tingkat kabupaten/kota, terdapat Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU).
Tes Pancasila dan Wawasan Kebangsaan menggunakan sistem lolos atau tidak lolos dengan nilai minimal 70. Peserta yang memenuhi ketentuan kemudian mengikuti seleksi kesehatan, parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), serta kesamaptaan.
Dalam tes kesamaptaan, kemampuan fisik peserta turut diperiksa melalui aktivitas seperti lari, push up, dan sit up. Tahapan tersebut bertujuan melihat kesiapan fisik calon Paskibraka untuk menjalankan tugas yang membutuhkan stamina dan ketahanan tubuh.
Kepribadian dan Media Sosial Ikut Diperhatikan
Seleksi Paskibraka juga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik. Peserta menjalani seleksi kepribadian, wawancara, dan psikotes untuk melihat kondisi psikologis serta kesiapan mereka.
Selain itu, prestasi peserta juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan. Bahkan, aktivitas di media sosial turut dilihat dalam proses seleksi.
Hal ini menunjukkan bahwa calon Paskibraka diharapkan memiliki sikap, perilaku, dan kepribadian yang sesuai dengan tanggung jawab sebagai representasi generasi muda dalam upacara kenegaraan.
Minat dan Bakat Bisa Jadi Nilai Tambah
Peserta juga mendapatkan kesempatan menunjukkan minat dan bakat yang dimiliki. Pada tahap seleksi kepribadian, aspek tersebut dapat digali melalui wawancara maupun penampilan tertentu.
Salah satu calon Paskibraka tingkat pusat 2026 asal Sulawesi Selatan, Taswina Putri, misalnya, mempersiapkan tari Songkok Recca yang merupakan kesenian khas Kabupaten Bone. Pengalaman di bidang seni, marching band, maupun kegiatan lainnya juga dapat menjadi bagian dari pengembangan kemampuan peserta.
Medical Checkup Jadi Tahap Penting
Kondisi kesehatan calon peserta juga diperiksa melalui medical checkup. Pemeriksaan dapat menemukan sejumlah kondisi yang berpengaruh terhadap kelayakan peserta, seperti masalah penglihatan, kadar hemoglobin yang rendah, hingga indikasi penyakit tertentu.
Setelah melewati rangkaian seleksi di tingkat provinsi, peserta yang lolos kemudian mengikuti verifikasi calon Paskibraka tingkat pusat. Pada tahap tersebut, pemeriksaan kembali mencakup kesehatan, parade dan PBB, serta aspek kepribadian, psikologis, minat dan bakat, serta wawancara. Dari proses itu, dipilih 27 calon Paskibraka tingkat pusat.
Tak Wajib Punya Pengalaman Paskibra
Menariknya, calon peserta tidak diwajibkan memiliki pengalaman sebagai anggota Paskibra di sekolah. Meski begitu, pengalaman mengikuti Paskibra atau Pramuka dapat menjadi bekal karena peserta sudah terbiasa dengan latihan baris-berbaris, disiplin, serta pembentukan fisik dan mental.
Beberapa calon Paskibraka 2026 bahkan memiliki latar belakang dari kegiatan olahraga, Pramuka, seni, hingga marching band. Pengalaman tersebut membantu mereka mengembangkan kemampuan yang kemudian berguna selama proses seleksi.
Prestasi dan Persiapan Juga Berpengaruh
Selain memenuhi persyaratan formal, persiapan menjadi bagian penting untuk menghadapi seleksi. Calon peserta dapat mulai melatih kebugaran, memperdalam wawasan kebangsaan, meningkatkan kemampuan akademis, serta mengikuti kegiatan yang dapat mengembangkan minat dan bakat.
Calon Paskibraka tingkat pusat asal Sumatera Barat, Ahmad Alfatih, misalnya, mempersiapkan diri dengan latihan fisik sekaligus memperkuat kemampuan TWK dan TIU. Ia juga memiliki pengalaman sebagai atlet siswa dan pernah meraih prestasi dalam cabang atletik.
Jadi, bagi pelajar yang bercita-cita menjadi Paskibraka, tinggi badan memang penting, tetapi bukan satu-satunya penentu. Kesehatan, kemampuan fisik, wawasan kebangsaan, akademis, kepribadian, prestasi, serta kesiapan mental juga perlu dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar