Kenneth Trevi Buktikan Disleksia Bukan Hambatan, Kini Berkembang Jadi Recording Engineer
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Musisi muda Kenneth Trevi terus menunjukkan perkembangan karier yang inspiratif. Tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, Kenneth kini juga aktif sebagai penulis lagu dan terlibat langsung dalam proses produksi musik sebagai recording engineer. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa disleksia bukanlah batas untuk terus belajar, berkarya, dan mengambil peran lebih luas di industri musik.
Perkembangan karier Kenneth semakin mendapat perhatian setelah video musik terbarunya berjudul “Aku Berbeda Aku Bisa” mencatat lebih dari 9.000 penayangan di kanal YouTube dalam lima hari sejak dirilis pada Kamis (18/6/2026).
Lagu tersebut membawa pesan tentang keberanian menerima diri sendiri sekaligus merepresentasikan perjalanan hidup Kenneth dalam menghadapi berbagai tantangan.
Perjalanan Kenneth menjadi penulis lagu bermula dari pendampingan produser musik Rulli Aryanto. Pada awalnya, Kenneth mengaku kesulitan menuangkan ide ke dalam lirik karena tantangan yang dihadapi akibat disleksia.
Melalui proses belajar yang dilakukan secara bertahap, Kenneth mulai berani menentukan tema, menyusun lirik, hingga akhirnya mampu menciptakan karya sendiri.
Pendampingan Rulli tidak hanya berhenti pada proses kreatif penulisan lagu. Kenneth juga diperkenalkan pada berbagai aspek teknis produksi musik, mulai dari mengamati proses rekaman di studio, membantu memutar materi musik, hingga mempelajari penggunaan perangkat lunak rekaman.
Kini, Kenneth turut berperan sebagai recording engineer, posisi yang membuatnya terlibat langsung dalam proses perekaman vokal dan produksi musik di balik layar.
Menurut Kenneth, tantangan terbesar yang dihadapinya bukan berasal dari teknologi, melainkan kemampuan memahami instruksi teknis dan membangun komunikasi yang efektif.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, ia menerapkan metode belajar bertahap dengan banyak pengulangan melalui praktik langsung.
“Lihat dulu, ikut dulu, coba dulu, salah tidak apa-apa, lalu ulang lagi,” ujar Kenneth mengenai prinsip belajar yang membantunya berkembang.
Bagi Kenneth, kolaborasi bersama Rulli Aryanto juga memberikan pelajaran berharga bahwa proses jauh lebih penting dibandingkan hasil akhir.
Lagu “Aku Berbeda Aku Bisa” memiliki makna personal bagi Kenneth. Melalui karya tersebut, ia ingin menyampaikan pesan bahwa perbedaan tidak perlu disembunyikan dan setiap orang memiliki potensi untuk berkembang.
“Jangan berhenti pada kalimat ‘Aku Berbeda’. Lanjutkan sampai ‘Aku Bisa’. Ketika kita berani menunjukkan kemampuan yang kita miliki, orang lain akan melihat nilai besar yang ada dalam diri kita,” kata Kenneth.
Pesan pemberdayaan dalam lagu tersebut semakin kuat melalui keterlibatan 15 anak dengan down syndrome dalam video musiknya.
Kenneth mengaku terkesan dengan antusiasme dan ketulusan para peserta selama proses produksi. Ia juga terlibat dalam proses tracking vokal bersama para peserta, yang menurutnya menjadi pengalaman emosional dan berkesan.
“Bukan tentang musik atau lagu semata. Yang paling penting adalah kesempatan. Kami tahu bahwa mencapai titik ini tidak mudah, sehingga kesempatan yang datang tidak boleh disia-siakan,” tuturnya.
Sementara itu, ibunda Kenneth, Yuly Twins, mengungkapkan rasa bangganya atas perkembangan sang putra. Menurutnya, pencapaian Kenneth merupakan hasil dari proses panjang yang dipenuhi perjuangan, kerja keras, dan keberanian untuk terus mencoba.
Yuly menjelaskan, lagu “Aku Berbeda Aku Bisa” yang ditulis bersama Rulli Aryanto terinspirasi dari pengalaman mendampingi Kenneth tumbuh di tengah lingkungan anak-anak tipikal.
Melalui proyek musik ini, Yuly berharap masyarakat dapat melihat anak-anak berkebutuhan khusus dari kemampuan yang mereka miliki, bukan semata-mata dari keterbatasannya.
Kisah Kenneth Trevi menjadi bukti bahwa dukungan, kesempatan, dan keyakinan mampu membuka jalan bagi siapa saja untuk berkembang. Dari seorang penyanyi muda dengan disleksia, Kenneth kini tumbuh menjadi sosok yang tidak hanya berkarya di depan mikrofon, tetapi juga berkontribusi di balik layar industri musik sebagai penulis lagu dan recording engineer.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar