DRIVE Rilis “Mantra” Versi Bahasa Inggris Jelang Albumnya yang Ke-8
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Band DRIVE kembali merilis lagu berbahasa Inggris menjelang album kedelapan mereka. Setelah merilis “Mantra” versi Bahasa Indonesia pada Maret 2026, DRIVE kini menghadirkan “Mantra (English Version)” sebagai lanjutan dari proyek dwi bahasa mereka.
DRIVE yang terdiri dari Axl (vokal), Bhusdeq (gitar), Dygo (bass), dan Rudi (drum) memang bukan kali pertama merilis lagu berbahasa Inggris. Eksplorasi tersebut sudah dimulai sejak album keempat melalui lagu seperti “Undeniable” dan “To Be In Love”.
Pada album-album berikutnya, mereka juga menghadirkan sejumlah lagu lain seperti “Gimme Your Love”, “A Song For Brokenhearts”, hingga “Love Can Be So Rough”. Bahkan, DRIVE sempat merilis “To Be In Love” bersama Ifa Nasution.
Bhusdeq selaku komposer lagu mengatakan ide membuat dua versi “Mantra” muncul sejak awal proses kreatif. Menurut dia, lagu tersebut memang memiliki kemungkinan untuk dikembangkan dalam dua bahasa.
“Ada begitu banyak ide lirik ketika saya pertama kali memainkan lagu ini untuk mereka. Awalnya liriknya berbahasa Indonesia, tetapi kemudian saya juga menulis versi bahasa Inggris,” ujar Bhusdeq dalam keterangannya, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan proses penulisan lirik juga melibatkan personel lain. Dalam sesi rekaman, Dygo dan Axl turut berkontribusi menyusun lirik untuk kedua versi lagu tersebut.
Meski memiliki tema yang sama, DRIVE menyebut dua versi “Mantra” menghadirkan cerita berbeda. Lagu itu tetap berbicara mengenai hubungan cinta, namun dari sudut pandang yang tidak sama.
“Yang dimaksud ‘Mantra’ dalam lagu ini adalah perekat dalam sebuah hubungan cinta. Lagu versi bahasa Inggris ini menceritakan tentang awal hubungan, dan versi Bahasa Indonesia menceritakan ketika kisah cinta sudah mengalir,” kata Bhusdeq.
Perilisan “Mantra (English Version)” juga dilengkapi dengan video musik yang mengambil latar kota London, Inggris. Video tersebut disutradarai oleh Budi Hendrix dengan melibatkan pasangan Griska dan suaminya, Sean, yang berkebangsaan Inggris.
Melalui visual berlatar suasana London, video musik itu menampilkan perjalanan hubungan yang selaras dengan narasi dalam lagu versi bahasa Inggris. DRIVE menilai pendekatan tersebut menjadi cara untuk memperkuat cerita yang ingin disampaikan kepada pendengar.
Dengan perilisan ini, DRIVE melanjutkan eksplorasi musik bilingual yang telah mereka bangun dalam beberapa album terakhir. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju album kedelapan yang tengah mereka siapkan.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar