Menolak Tergeser Jajanan Kekinian, Rumah Budaya Betawi Jadi Penjaga Rasa Otentik di PRJ 2026
- account_circle Alya Naura Maharani
- calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rumah Budaya Betawi yang berisikan UMKM makanan tradisional betawi (kerak telor, toge goreng, dodol betawi). (Jakartahitz.com/Alya Naura)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Berjalan menyusuri lorong-lorong Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, sejauh mata memandang, pengunjung akan dimanjakan dengan kepungan kuliner kekinian yang sedang viral di media sosial. Mulai dari es krim bertingkat, camilan krispi bumbu modern, hingga paket snack raksasa. Namun, di tengah gempuran tren kuliner modern tersebut, ada satu sudut yang konsisten menyebarkan aroma khas masa lalu: Rumah Budaya Betawi.
Hadir sebagai oase di tengah hiruk-pikuk modernisasi Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026, Rumah Budaya Betawi mengumpulkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner asli Jakarta. Tempat ini menjadi garda terdepan dalam misi melestarikan warisan budaya Betawi agar tidak lekang oleh waktu.
Saat melangkah ke area ini, pengunjung langsung disambut oleh kepulan asap dari tungku arang para pedagang Kerak Telor. Makanan legendaris yang terbuat dari beras ketan, telur, dan serundeng gurih ini tetap menjadi magnet utama yang tidak pernah sepi peminat.
Dari Toge Goreng hingga Dodol yang Diaduk Live
Tidak hanya kerak telor, Rumah Budaya Betawi di PRJ 2026 ini juga menghadirkan kuliner langka yang kini sudah mulai sulit ditemui di sudut-sudut kota Jakarta, seperti Toge Goreng. Perpaduan mi, taoge segar, dan siraman kuah tauco yang manis-gurih di atas daun pisang, berhasil memicu nostalgia bagi para pengunjung senior sekaligus mengenalkan rasa otentik kepada generasi muda.
Bagi pencinta makanan berkuah segar, stan Soto Mie Betawi dengan potongan daging yang royal, risol kampung yang renyah, dan kuah kaldu bening yang menggugah selera, menjadi pilihan sempurna untuk mengisi tenaga selepas lelah berkeliling area JIExpo.
Sebagai penutup, aroma manis dari stan Dodol Betawi siap memanjakan lidah. Menariknya, di beberapa stan UMKM, pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan dodol Betawi rasa ketan hitam dan durian yang diaduk secara tradisional di dalam kuali tembaga berukuran raksasa. Proses pembuatan yang membutuhkan waktu berjam-jam ini menjadi daya tarik visual (live cooking) yang banyak diabadikan oleh kamera ponsel pengunjung.
Misi Melestarikan Budaya di Era Modern
Kehadiran kluster UMKM kuliner Betawi di tengah PRJ 2026 bukan sekadar urusan mengisi perut kosong. Ini adalah langkah konkret promosi budaya. Jakarta Fair yang kian modern dan dipadati oleh tenant-tenant multinasional terbukti tidak melupakan akarnya sebagai pesta rakyat yang lahir dari rahim budaya Betawi.
Bagi para UMKM lokal, eksistensi mereka di Rumah Budaya Betawi memberikan panggung besar untuk membuktikan bahwa rasa tradisional mampu bersaing dan tetap memiliki tempat di hati masyarakat, bahkan di tengah gempuran tren kuliner global.
Bagi kamu warga Jakarta yang merindukan cita rasa asli buatan tanah Betawi, atau sekadar ingin mengenalkan kuliner legendaris ini kepada keluarga, pastikan untuk mampir ke Rumah Budaya Betawi di Jakarta Fair 2026. Di sini, setiap suapan bukan cuma soal rasa, tapi juga tentang menjaga sejarah yang terus dirawat agar tetap hidup.
- Penulis: Alya Naura Maharani


Saat ini belum ada komentar