Pelari Jakim Meninggal, Kesiapan Medis Penyelenggara Dipertanyakan
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sumber Foto: Strangers Running Club/Kompas.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Insiden meninggalnya seorang peserta dalam ajang Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 memicu sorotan terhadap kesiapan layanan medis selama penyelenggaraan acara. Sejumlah pihak mempertanyakan respons petugas medis dan standar penanganan darurat bagi peserta lomba lari jarak jauh.
Mengutip Kompas.com, peserta tersebut dilaporkan kolaps di kilometer 14 sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa ini memunculkan kritik dari pelari dan masyarakat terkait kecepatan penanganan medis di lokasi kejadian.
Sejumlah pelari yang berada di sekitar lokasi mengaku menilai respons medis belum optimal. Mereka mempertanyakan ketersediaan tenaga kesehatan, ambulans, serta titik pertolongan pertama di sepanjang rute lomba.
Penyelenggara Jakarta International Marathon menyatakan telah menyediakan fasilitas kesehatan sesuai prosedur, termasuk pos medis dan ambulans di beberapa titik lintasan. Namun, evaluasi menyeluruh tetap akan dilakukan untuk memastikan kesiapan penanganan darurat pada penyelenggaraan berikutnya.
Pakar kesehatan olahraga mengingatkan bahwa lomba lari jarak jauh memiliki risiko kesehatan yang perlu diantisipasi, terutama bagi peserta dengan riwayat penyakit tertentu atau kondisi fisik yang kurang prima. Pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti lomba dinilai penting untuk meminimalkan risiko fatal.
Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapan medis yang memadai dalam penyelenggaraan ajang olahraga massal. Selain faktor kebugaran peserta, sistem respons darurat yang cepat dan terintegrasi menjadi aspek krusial untuk menjamin keselamatan seluruh pelari.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar