Breaking News
Beranda » Berita » BPS Jelaskan Kenapa Angka Kemiskinan RI Berbeda dengan Bank Dunia

BPS Jelaskan Kenapa Angka Kemiskinan RI Berbeda dengan Bank Dunia

  • account_circle Fathma Aulia Puteri
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakartahitz.com, Jakarta – Angka kemiskinan Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) berbeda cukup jauh dengan perhitungan Bank Dunia. BPS menegaskan perbedaan tersebut terjadi karena keduanya menggunakan standar dan tujuan pengukuran yang tidak sama.

Dilansir dari Kompas.com, Bank Dunia dalam Macro Poverty Outlook edisi April 2026 memperkirakan sebanyak 64,2 persen penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Angka tersebut merupakan proyeksi untuk 2026 dengan menggunakan garis kemiskinan 8,30 dolar AS per kapita per hari berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) 2021.

Sementara itu, BPS mencatat persentase penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen, atau sekitar 22,93 juta orang. BPS menilai kedua angka tersebut tidak bisa dibandingkan secara langsung karena metodologi yang digunakan berbeda.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti melalui pejabat BPS Nashrul menjelaskan, angka 64,2 persen dari Bank Dunia menunjukkan jumlah penduduk yang pengeluarannya berada di bawah standar 8,30 dolar AS PPP per kapita per hari. Standar tersebut digunakan terutama untuk membandingkan kondisi kesejahteraan antarnegara.

Bank Dunia sendiri menggunakan beberapa standar kemiskinan internasional. Dalam pembaruan terbarunya, batas yang digunakan adalah 3 dolar AS per kapita per hari untuk kemiskinan ekstrem, 4,20 dolar AS untuk negara berpendapatan menengah bawah, dan 8,30 dolar AS untuk negara berpendapatan menengah atas atau upper-middle income countries (UMIC).

BPS menjelaskan angka 8,30 dolar AS tersebut juga bukan hasil konversi menggunakan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang berlaku di pasar. Bank Dunia menggunakan PPP yang memperhitungkan perbedaan daya beli antarnegara.

Selain itu, standar 8,30 dolar AS PPP 2021 disusun berdasarkan median garis kemiskinan negara-negara berpendapatan menengah atas, bukan berdasarkan kebutuhan dasar masyarakat Indonesia secara spesifik. Karena menggunakan standar global tersebut, jumlah penduduk yang masuk kategori miskin menjadi jauh lebih besar.

BPS kemudian menggunakan pendekatan berbeda dalam menghitung kemiskinan nasional, yakni Cost of Basic Needs (CBN). Metode ini menghitung pengeluaran minimum yang diperlukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar, baik makanan maupun nonmakanan.

Untuk kebutuhan makanan, BPS menggunakan standar konsumsi minimal 2.100 kilokalori per orang per hari berdasarkan pola konsumsi rumah tangga Indonesia. Sementara kebutuhan nonmakanan mencakup tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, pakaian, hingga transportasi.

Penghitungan BPS juga menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang mencatat pengeluaran serta pola konsumsi masyarakat. Susenas dilakukan dua kali dalam setahun sehingga garis kemiskinan dapat diperbarui berdasarkan kondisi masyarakat Indonesia.

Pada Maret 2026, garis kemiskinan yang digunakan BPS turut mempertimbangkan perbedaan kondisi di setiap provinsi dan kabupaten/kota, termasuk tingkat harga, pola konsumsi, serta rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin. Secara rata-rata nasional, garis kemiskinan rumah tangga tercatat sekitar Rp3,09 juta per bulan.

BPS juga menegaskan bahwa Bank Dunia sebenarnya membedakan penggunaan garis kemiskinan global dengan garis kemiskinan nasional. Untuk kebutuhan kebijakan dalam negeri, statistik kemiskinan yang diterbitkan oleh BPS dinilai lebih sesuai karena menggunakan standar yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia.

Dengan demikian, perbedaan angka 64,2 persen versi Bank Dunia dan 8,07 persen versi BPS bukan berarti salah satu lembaga keliru menghitung kemiskinan. Keduanya menggunakan ukuran yang berbeda untuk tujuan yang berbeda, sehingga angka tersebut perlu dibaca sesuai konteks dan metodologi masing-masing.

  • Penulis: Fathma Aulia Puteri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunci Sukses Maba: 5 Tips Ampuh Menghadapi Semester Awal Kuliah

    Kunci Sukses Maba: 5 Tips Ampuh Menghadapi Semester Awal Kuliah

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Alya Naura Maharani
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta — Memasuki dunia perkuliahan adalah babak baru yang mendebarkan sekaligus menantang. Peralihan dari masa SMA yang terstruktur menuju kehidupan kampus yang menuntut kemandirian tinggi sering kali membuat mahasiswa baru (maba) merasa kewalahan di semester awal. Bagi mahasiswa yang mengambil program studi modern seperti Digital Entrepreneurship, tantangannya bisa dua kali lipat karena mereka tidak hanya […]

  • Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Ganggu Pernapasan dan Kulit, Warga Diminta Waspada

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Ganggu Pernapasan dan Kulit, Warga Diminta Waspada

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Fathma Aulia Puteri
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mencapai sejumlah wilayah, termasuk Jakarta dan sekitarnya. Kondisi ini membuat masyarakat perlu mewaspadai dampaknya terhadap kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit. Dinas Kesehatan DKI Jakarta menjelaskan abu vulkanik tidak sama dengan debu biasa. Partikelnya sangat kecil dan dapat mengandung silika serta material […]

  • KRL Jakarta-Bogor Makin Padat, Penumpang Keluhkan Jarak Kereta yang Berubah

    KRL Jakarta-Bogor Makin Padat, Penumpang Keluhkan Jarak Kereta yang Berubah

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Fathma Aulia Puteri
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Pengurangan perjalanan KRL lintas Jakarta Kota-Bogor mulai dirasakan pengguna Commuter Line. Sejumlah penumpang mengeluhkan gerbong yang semakin padat, waktu tunggu lebih lama, hingga harus mengubah jadwal keberangkatan agar tidak terlambat bekerja. Dilansir dari detikNews, kondisi tersebut terlihat di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Peron menuju Bogor dipadati pengguna […]

  • Produksi Kung Fu Soccer Makin Serius, Tim Sewa 18 Studio

    Produksi Kung Fu Soccer Makin Serius, Tim Sewa 18 Studio

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Naufal Nurfikri
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Aktor sekaligus sutradara Stephen Chow terus mematangkan proyek film Kung Fu Soccer. Tim produksi bahkan menyewa 18 studio untuk mendukung proses syuting film tersebut. Langkah itu menunjukkan keseriusan mereka dalam menghadirkan sekuel spiritual dari Shaolin Soccer. Dilansir dari CNN Indonesia, Stephen Chow mengawasi langsung pengembangan Kung Fu Soccer. Tim produksi memanfaatkan 18 studio […]

  • Grand theft auto (GTA) VI

    Penantian Para Gamers: GTA 6 Dipastikan Rilis 19 November 2026

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Alya Naura Maharani
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Rockstar Games secara resmi mengonfirmasi bahwa seri terbaru dari waralaba legendaris mereka, Grand Theft Auto (GTA) VI akan meluncur 19 November mendatang ke pasar global. Game buatan Rockstar Games ini, rilis untuk PlayStation 5 (PS5) dan Xbox Series X, dan tidak akan mengalami penundaan seperti sebelumnya. Mengutip dari PemmzChannel, Kamis (14/5), kepastian […]

  • Cara Beli Tiket Konser BIGBANG Jakarta, Catat Jadwal Presale

    Cara Beli Tiket Konser BIGBANG Jakarta, Catat Jadwal Presale

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Fathma Aulia Puteri
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – BIGBANG akan kembali menyapa penggemar Indonesia lewat konser BIGBANG 2026-2027 WORLD TOUR <XX : COSMOS> IN JAKARTA. Konser yang menghadirkan G-Dragon, Taeyang, dan Daesung itu dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS) pada 16 Januari 2027. Dilansir dari CNN Indonesia, penjualan tiket konser BIGBANG di Jakarta akan dibuka dalam beberapa tahap, mulai dari […]

expand_less