Komdigi Tegaskan Indonesia Harus Jadi Pemain, Bukan Sekadar Pasar Internet Global
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

lustrasi perlindungan data pribadi di era digital. Foto: CNBC Indonesia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi perusahaan internet global. Pemerintah mendorong agar besarnya jumlah pengguna dan aktivitas digital di Tanah Air dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi ekonomi nasional.
Dilansir dari CNN Indonesia, pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-30 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang digelar di Jakarta. Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJII dan Internet Days 2026 yang mengusung tema “Koneksi Baik untuk Negeri”.
Pemerintah menilai perkembangan internet Indonesia harus diikuti dengan penguatan ekosistem digital dalam negeri. Artinya, masyarakat tidak hanya berperan sebagai pengguna layanan dari perusahaan global, tetapi juga perlu memiliki ruang yang lebih besar untuk menciptakan teknologi, inovasi, serta aktivitas ekonomi berbasis digital.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebelumnya menekankan pentingnya strategi retensi nilai agar manfaat ekonomi digital yang tercipta di Indonesia tidak seluruhnya mengalir ke luar negeri. Nilai ekonomi yang besar dinilai baru benar-benar menjadi kekuatan nasional apabila dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, produktivitas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu perhatian pemerintah adalah penguatan rantai nilai digital. Hal tersebut mencakup infrastruktur telekomunikasi, pusat data, cloud, hingga platform digital yang menjadi penghubung berbagai aktivitas ekonomi. Indonesia dinilai perlu memiliki kemampuan yang lebih kuat di setiap lapisan tersebut agar tidak hanya bergantung pada teknologi dari luar negeri.
Di sisi lain, APJII turut mendorong pemerataan konektivitas dan peningkatan kualitas layanan internet. Ketua Umum APJII Muhammad Arif menyebut tantangan Indonesia ke depan bukan hanya memperluas akses, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan koneksi yang cepat, berkualitas, dan terjangkau.
APJII juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur internet nasional melalui Indonesia Internet Exchange (IIX). Infrastruktur tersebut memungkinkan lalu lintas internet domestik tetap berada di dalam negeri sehingga koneksi dapat berlangsung lebih efisien dan andal.
Data APJII menunjukkan penetrasi internet Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada 2024, penetrasi internet tercatat mencapai 79,5 persen atau sekitar 221 juta pengguna. Angka tersebut meningkat menjadi 81,72 persen pada 2026 atau setara dengan sekitar 235 juta pengguna internet.
Dengan jumlah pengguna yang besar, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan ekonomi digital yang lebih mandiri. Penguatan talenta digital, inovasi lokal, infrastruktur, serta industri teknologi menjadi bagian penting agar pertumbuhan internet tidak hanya meningkatkan jumlah pengguna, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi di dalam negeri.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar