Pemprov Jakarta Oper Beralih Pengelolaan Kapal Kepulauan Seribu ke Transjakarta Mulai 2027
- account_circle Alya Naura Maharani
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mulai tahun 2027, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan resmi mengambil alih pengelolaan moda transportasi laut menuju Kepulauan Seribu dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengumumkan langkah besar dalam pembenahan layanan transportasi laut. Gubernur Jakarta Pramono Anung menyerahkan penuh pengelolaan akses transportasi menuju Kepulauan Seribu dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai tahun 2027.
Langkah strategis ini menjadi komitmen Pemprov Jakarta untuk menyetarakan fasilitas konektivitas antara warga di daratan Jakarta dengan masyarakat di Kepulauan Seribu.
“Mulai tahun depan, dari seluruh kota maupun Kepulauan Seribu, transportasinya harus lebih mudah dan efisien. Pengelolaannya tidak lagi dikelola oleh Dinas Perhubungan, tetapi akan diberikan kepada BUMD, dalam hal ini Transjakarta,” tegas Pramono di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Pramono menegaskan bahwa seluruh warga Jakarta berhak menikmati akses transportasi publik yang andal dan merata tanpa diskriminasi wilayah. Dikutip dari beritasatu.com, skema baru di bawah naungan Transjakarta ini diproyeksikan tidak hanya memudahkan mobilitas warga daratan menuju destinasi wisata pulau, tetapi juga menjamin kenyamanan warga Kepulauan Seribu yang hendak bepergian ke pusat kota Jakarta.
Selain perombakan sistem transportasi laut, Pemprov Jakarta juga terus menggenjot proyek jaringan transportasi massal darat demi mengurai kemacetan ibu kota. Dalam kesempatan yang sama, Pramono membeberkan progres menggembirakan dari proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai.
Proyek LRT senilai Rp 12,1 triliun yang membentang sepanjang 12,2 kilometer tersebut dibangun sepenuhnya menggunakan dana APBD Pemprov Jakarta. Jalur ini akan melintasi 11 stasiun dengan estimasi waktu tempuh yang sangat singkat, yakni hanya 28 menit dari Kelapa Gading hingga Manggarai. Pemprov Jakarta menargetkan pengoperasian dan peresmian rute vital ini berlangsung pada Agustus 2026.
- Penulis: Alya Naura Maharani


Saat ini belum ada komentar