Toko Buku Blok M Bertahan di Tengah Tren Digital, Jadi Ruang Literasi Anak Muda Jakarta
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Toko buku di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, tetap bertahan di tengah meningkatnya tren membaca digital dan menjamurnya berbagai ruang hiburan yang menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas anak muda Jakarta. Keberadaannya pun menjadi alternatif ruang literasi di tengah ramainya budaya populer dan gaya hidup perkotaan.
Mengutip dari CNN Indonesia, Rabu (27/5), toko buku di kawasan Blok M tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli buku, tetapi juga menjadi ruang bertemunya pembaca, kolektor, hingga pegiat literasi. Kehadiran toko-toko buku tersebut dinilai memberikan warna berbeda di tengah dominasi kafe, pusat kuliner, dan ruang kreatif yang kini berkembang di kawasan tersebut.
Sementara itu, kawasan Blok M dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas anak muda di Jakarta. Selain dipadati tempat kuliner dan hiburan, kawasan ini juga memiliki sejumlah ruang literasi yang masih aktif dan diminati masyarakat, mulai dari Taman Literasi Martha Christina Tiahahu hingga deretan toko buku di Blok M Square.
Di area basement Blok M Square, pengunjung masih dapat menemukan berbagai toko yang menjual buku baru maupun buku bekas dengan beragam kategori. Mulai dari novel, komik, buku sejarah, hingga buku pendidikan tersedia dengan harga yang relatif terjangkau sehingga tetap menarik minat pembeli dari berbagai kalangan.
Mengutip dari detikX, Minggu (17/5), salah seorang pedagang buku di Blok M Square, Oktorio atau yang akrab disapa Bang Jimmy, mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap buku fisik masih tetap ada, terutama untuk buku-buku bertema sastra, sejarah, politik, dan kritik sosial. “Lebih ke sastra yang temanya kritik sosial, history fiction, macam-macam,” ujarnya.
Selain menjadi tempat berburu buku, toko buku di Blok M juga menawarkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung. Banyak pembeli datang untuk menjelajahi koleksi langka, berdiskusi dengan sesama pencinta buku, hingga menikmati suasana yang sulit ditemukan di platform digital. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa buku fisik masih memiliki daya tarik tersendiri di tengah perkembangan teknologi.
Di sisi lain, pelaku usaha toko buku tetap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan pola konsumsi masyarakat hingga persaingan dengan toko daring. Namun, sejumlah pedagang memilih beradaptasi dengan memanfaatkan penjualan secara online sambil mempertahankan toko fisik sebagai ruang interaksi bagi pelanggan.
Menurut para pelaku usaha dan pengunjung, keberadaan toko buku di Blok M menjadi bukti bahwa budaya membaca masih memiliki tempat di tengah arus digitalisasi. Di tengah ramainya pusat skena Jakarta, toko buku tetap menjadi ruang alternatif yang mendukung tumbuhnya minat baca, diskusi, dan komunitas literasi di kalangan generasi muda.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar