Breaking News
Beranda » Olahraga » Lari Pagi atau Lari Sore? Ini Waktu Terbaik untuk Pemula

Lari Pagi atau Lari Sore? Ini Waktu Terbaik untuk Pemula

  • account_circle Ibna Clevardo Syarif
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakartahitz.com – Lari pagi atau lari sore sering menjadi pertanyaan bagi banyak orang yang baru ingin memulai olahraga lari. Sebagian orang memilih berlari pada pagi hari karena udara masih terasa segar dan suasana jalan lebih tenang. Sementara itu, banyak orang lebih nyaman berlari pada sore hari setelah menyelesaikan aktivitas sekolah, kuliah, maupun pekerjaan.

Perbedaan waktu tersebut membuat banyak pemula bingung menentukan pilihan. Tidak sedikit orang menganggap lari pagi lebih baik, sedangkan sebagian lainnya merasa lari sore memberikan performa yang lebih optimal. Padahal, kedua waktu tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh maupun rutinitas sehari-hari.

Lalu, lari pagi atau lari sore, mana yang lebih baik untuk pemula? Sebelum menentukan pilihan, kamu perlu memahami perbedaan, keunggulan, dan hal-hal yang perlu diperhatikan pada masing-masing waktu. Simak penjelasan lengkapnya agar kamu dapat memilih waktu lari yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tetap konsisten berolahraga.

lari pagi lari sore

Lari Pagi atau Lari Sore, Mana yang Lebih Baik?

Tidak ada jawaban yang benar-benar mutlak ketika membandingkan lari pagi atau lari sore. Kedua waktu tersebut sama-sama memberikan manfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Perbedaannya terletak pada kondisi fisik, jadwal harian, serta tujuan yang ingin dicapai oleh setiap orang. Karena itu, pemula sebaiknya memilih waktu lari yang paling mudah dilakukan secara konsisten.

Selain mempertimbangkan waktu, pemula juga perlu memperhatikan intensitas latihan, durasi, dan waktu istirahat. Kebiasaan berlari secara rutin akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan memilih waktu yang dianggap paling ideal, tetapi sulit dijalani. Berikut beberapa perbedaan antara lari pagi dan lari sore yang dapat membantu kamu menentukan pilihan.

Manfaat Lari di Pagi Hari

Lari Pagi

Banyak orang memilih lari pagi karena suasana masih terasa tenang dan udara biasanya lebih sejuk. Kondisi tersebut membuat sebagian pelari merasa lebih nyaman saat memulai aktivitas fisik. Selain itu, jalan raya, taman kota, maupun jalur lari umumnya belum terlalu ramai sehingga pelari dapat bergerak dengan lebih leluasa.

Lari pada pagi hari juga membantu banyak orang membangun rutinitas olahraga yang lebih konsisten. Setelah menyelesaikan sesi lari, mereka dapat melanjutkan aktivitas seperti bekerja, kuliah, atau sekolah tanpa perlu memikirkan jadwal olahraga di sore hari. Kebiasaan tersebut sering menjadi alasan mengapa banyak orang lebih memilih berlari sebelum memulai aktivitas sehari-hari.

Namun, pemula tetap perlu mempersiapkan tubuh sebelum mulai berlari. Lakukan pemanasan selama beberapa menit agar otot dan persendian lebih siap bergerak. Jangan lupa minum air yang cukup dan gunakan pakaian olahraga yang nyaman agar sesi lari berlangsung dengan aman. Persiapan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko cedera sekaligus membuat aktivitas lari terasa lebih menyenangkan.

Manfaat Lari di Sore Hari

afternoon run

Banyak orang memilih lari sore karena memiliki waktu yang lebih fleksibel setelah menyelesaikan aktivitas harian. Pelajar biasanya berlari setelah pulang sekolah, sedangkan pekerja memanfaatkan waktu setelah jam kerja untuk berolahraga. Jadwal tersebut membuat banyak pemula lebih mudah menjaga rutinitas tanpa harus bangun lebih pagi.

Selain itu, tubuh umumnya sudah bergerak sepanjang hari sehingga otot terasa lebih siap untuk melakukan aktivitas fisik. Kondisi tersebut membuat sebagian orang merasa lebih nyaman saat berlari, terutama ketika ingin meningkatkan kecepatan atau menempuh jarak yang lebih jauh. Meski begitu, pemula tetap perlu melakukan pemanasan agar tubuh dapat beradaptasi dengan intensitas latihan.

Lari sore juga memberikan kesempatan untuk melepas penat setelah menjalani berbagai aktivitas. Banyak orang memanfaatkan waktu ini untuk menikmati suasana taman kota, jalur lari, atau ruang terbuka hijau sambil berolahraga. Tidak sedikit komunitas lari yang mengadakan sesi latihan pada sore hingga malam hari. Kehadiran komunitas tersebut dapat membantu pemula tetap termotivasi, menambah teman baru, dan menjalani rutinitas olahraga secara lebih konsisten.

Perbedaan Lari Pagi dan Lari Sore

Saat membandingkan lari pagi atau lari sore, tidak cukup hanya melihat waktu pelaksanaannya. Kamu juga perlu mempertimbangkan kondisi tubuh, tingkat energi, serta jadwal aktivitas sehari-hari. Setiap orang memiliki ritme biologis yang berbeda sehingga waktu lari yang terasa nyaman pun bisa berbeda.

Lari pagi biasanya cocok bagi orang yang ingin memulai hari dengan aktivitas fisik dan memiliki jadwal yang padat setelahnya. Udara yang masih sejuk juga membuat sebagian orang merasa lebih nyaman saat berlari. Sebaliknya, lari sore memberikan kesempatan bagi tubuh untuk bergerak setelah beraktivitas sepanjang hari. Banyak pelari merasa tubuh mereka lebih siap berlari pada waktu tersebut karena otot sudah lebih aktif.

Selain mempertimbangkan kondisi tubuh, pemula juga perlu melihat faktor lingkungan. Cuaca, tingkat keramaian, keamanan jalur lari, hingga waktu luang dapat memengaruhi kenyamanan saat berolahraga. Karena itu, tidak ada waktu yang benar-benar unggul untuk semua orang. Pilihan terbaik tetap bergantung pada rutinitas yang mampu kamu jalani secara konsisten dalam jangka panjang.

Kapan Waktu Terbaik untuk Pemula?

Jika masih bingung memilih lari pagi atau lari sore, sebaiknya jangan hanya mengikuti tren atau pendapat orang lain. Pemula perlu memilih waktu yang paling sesuai dengan kondisi tubuh dan jadwal harian. Dengan cara tersebut, kamu akan lebih mudah membangun kebiasaan berolahraga secara rutin tanpa merasa terbebani.

Bagi orang yang memiliki waktu luang pada pagi hari, lari sebelum memulai aktivitas bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebaliknya, jika jadwal pagi cukup padat, kamu tetap dapat memperoleh manfaat olahraga dengan berlari pada sore hari. Yang terpenting, jadwalkan waktu lari secara konsisten agar tubuh dapat beradaptasi dengan rutinitas baru.

Selain menentukan waktu, pemula juga perlu memulai latihan secara bertahap. Jangan langsung memaksakan diri menempuh jarak yang jauh atau berlari dengan kecepatan tinggi. Awali dengan durasi sekitar 20 hingga 30 menit, lalu tingkatkan intensitas latihan secara perlahan sesuai kemampuan tubuh. Cara tersebut membantu tubuh beradaptasi sekaligus mengurangi risiko cedera saat mulai rutin berlari.

Tips Memulai Rutinitas Lari untuk Pemula

Memulai kebiasaan berlari tidak harus langsung menargetkan jarak atau kecepatan tertentu. Pemula sebaiknya menetapkan tujuan yang sederhana agar tubuh dapat beradaptasi secara bertahap. Kamu bisa memulai dengan berlari selama 20 hingga 30 menit sebanyak dua atau tiga kali dalam seminggu. Setelah tubuh mulai terbiasa, tingkatkan durasi maupun intensitas latihan secara perlahan.

Selain menyusun jadwal latihan, gunakan sepatu lari yang nyaman dan sesuai dengan bentuk kaki. Pilihan perlengkapan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko cedera sekaligus membuat pengalaman berlari terasa lebih menyenangkan. Jangan lupa melakukan pemanasan sebelum berlari dan pendinginan setelah latihan agar otot tetap rileks dan proses pemulihan berjalan lebih baik.

Tak kalah penting, dengarkan respons tubuh selama menjalani rutinitas lari. Jika tubuh terasa lelah atau muncul rasa nyeri yang tidak biasa, berikan waktu untuk beristirahat sebelum kembali berlatih. Kamu juga dapat mengajak teman atau bergabung dengan komunitas lari agar semangat berolahraga tetap terjaga. Dengan rutinitas yang konsisten dan target yang realistis, aktivitas lari akan menjadi kebiasaan sehat yang lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.

  • Penulis: Ibna Clevardo Syarif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026

    PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Fathma Aulia Puteri
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah atau Tahun Baru Islam jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Penetapan tersebut diumumkan oleh Lembaga Falakiyah (LF) PBNU setelah hasil pemantauan hilal di sejumlah titik di Indonesia tidak berhasil melihat hilal. Keputusan itu tertuang dalam Surat Penjelasan Rukyah Muharram 1448 H Nomor […]

  • maxim

    Maxim Perkuat Layanan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Dalam peringatan Hari Kesadaran Aksesibilitas Global yang jatuh pada 21 Mei 2026, Maxim menegaskan komitmennya menghadirkan layanan transportasi daring yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan fitur aplikasi hingga program pemberdayaan untuk pengguna dan mitra pengemudi berkebutuhan khusus. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Maxim telah menjalin kerja sama dengan Persatuan […]

  • Asosiasi Rumah Sakit Swasta

    RS Swasta di Bali Adopsi Tanda Tangan Elektronik untuk Rekam Medis

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Denpasar – Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Cabang Bali menggandeng perusahaan identitas digital Privy untuk mengimplementasikan tanda tangan elektronik (TTE) tersertifikasi. Langkah ini bertujuan mengakselerasi digitalisasi rekam medis di 50 rumah sakit swasta di wilayah Bali, Selasa (12/5). Inisiatif tersebut merespons Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 yang mewajibkan seluruh fasilitas kesehatan […]

  • mahasiswa cyber university magang di Ranuna

    Mahasiswa Cyber University Jalani Magang di Ranuna Official sebagai Research and Development

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Aditya Putra Anamta, mahasiswa Program Studi (Prodi) Bisnis Digital Cyber University (Universitas Siber Indonesia), tembus magang di Ranuna Official, Jakarta Selatan. Ia mendapatkan kesempatan untuk terjun langsung dalam dunia riset dan pengembangan bisnis produk kesehatan berbasis impor. Selama masa magang, Aditya bergabung dalam tim Research and Development (R&D). Ia dipercaya mengemban tanggung jawab […]

  • Startup di Indonesia, mahasiswa

    Perkembangan Startup di Indonesia: Peluang, Tantangan, dan Masa Depan Digital

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com – Perkembangan startup di Indonesia dalam satu dekade terakhir menunjukkan pertumbuhan yang sangat masif. Penetrasi internet yang tinggi dan populasi generasi muda yang besar, Indonesia kini bertransformasi menjadi salah satu ekosistem digital terbesar di Asia Tenggara, menjadi pemicunya. Berbagai sektor mulai dari fintech, edutech, healthtech, hingga e-commerce terus melahirkan inovasi baru yang mengubah cara […]

  • Bahlil: Pemadaman Listrik Disebabkan Gangguan Teknis, Bukan Kekurangan Batu Bara

    Bahlil: Pemadaman Listrik Disebabkan Gangguan Teknis, Bukan Kekurangan Batu Bara

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Fathma Aulia Puteri
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah kabar yang menyebut pemadaman listrik terjadi akibat menipisnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Menurutnya, gangguan pasokan listrik yang terjadi disebabkan oleh masalah teknis pada sistem kelistrikan. Mengutip dari Detikcom, Kamis (11/6), Bahlil menegaskan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik dalam kondisi […]

expand_less