UNM Perkuat Satgas PPKPT, Tegaskan Komitmen Ciptakan Kampus Aman dan Bebas Kekerasan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) dalam Workshop Penguatan Kapasitas Bidang Investigasi yang diselenggarakan LLDIKTI Wilayah III.
Kegiatan yang berlangsung di Politeknik Sahid, Jakarta, pada Selasa (30/6) ini mengangkat tema “Penguatan Tata Kelola Penanganan Kekerasan melalui Investigasi yang Profesional, Berperspektif Korban, dan Berbasis Regulasi”. Workshop diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah III sebagai upaya meningkatkan kualitas penanganan kasus kekerasan di kampus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
UNM Perkuat Satgas PPKPT
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari Kompol Tuti Timor Purwanti dari Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri, serta Kartiko Nurin Tias dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN). Keduanya menyampaikan materi mengenai perspektif penegakan hukum, teknik investigasi yang profesional, serta penguatan aspek regulasi dalam penanganan kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Ketua Satgas PPKPT Universitas Nusa Mandiri, Arfhan Prasetyo, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi langkah penting dalam memastikan setiap proses pencegahan dan penanganan kekerasan dilakukan secara profesional, adil, dan berpihak kepada korban.
“Keikutsertaan Universitas Nusa Mandiri dalam workshop ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus memperkuat kapasitas Satgas PPKPT dalam menangani setiap laporan secara profesional, objektif, dan berperspektif korban. Sebagai Universitas Nusa Mandiri yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, kami ingin memastikan seluruh sivitas akademika merasa aman, terlindungi, dan mendapatkan hak yang sama dalam menjalankan aktivitas akademik,” ujar dalam rilis yang diterima, pada Kamis (2/7).
Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, penguatan sistem, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Pencegahan kekerasan tidak dapat dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, aparat penegak hukum, pemerintah, dan seluruh sivitas akademika untuk membangun budaya kampus yang saling menghormati, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta bebas dari segala bentuk kekerasan,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut dari workshop tersebut, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis akan memperkuat berbagai langkah strategis, di antaranya menyempurnakan standar operasional prosedur (SOP) penanganan kasus dengan pendekatan berperspektif korban, meningkatkan kerja sama dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, mengintensifkan kampanye edukasi pencegahan kekerasan, menyediakan sarana pendukung keamanan kampus yang memadai, serta mengintegrasikan materi pencegahan kekerasan ke dalam berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan.
Melalui penguatan kapasitas Satgas PPKPT, Universitas Nusa Mandiri menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UNM dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, akuntabel, serta mendukung terciptanya budaya akademik yang menghargai martabat, hak, dan keselamatan setiap individu.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar