Mahasiswa UNM Tembus Final Nasional, Desain UI/UX Blockchain untuk Kelola Limbah Curi Perhatian
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis. Tiga mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknologi Informasi berhasil melaju ke babak final kompetisi nasional Design UI/UX dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IndoCEISS 2026. Pengumuman finalis dilakukan pada Sabtu (27/6) dengan mengangkat tema “Digital Innovation and Creative Intelligence for Sustainable Future.”
Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Triple A tersebut adalah Afra Nur Rafifah, Aqil Syafiq Ramadhan, dan Muhammad Ahsan Rizqi. Mereka berhasil menarik perhatian dewan juri melalui inovasi desain antarmuka dan pengalaman pengguna (UI/UX) untuk platform digital EcoSync – Platform Pengolahan Limbah Menjadi Nilai Tambah Berbasis Blockchain.
Mahasiswa UNM Tembus Final Nasional
Konsep EcoSync mengusung sistem pengelolaan limbah berbasis teknologi blockchain yang mengadaptasi mekanisme bank sampah digital. Platform ini dirancang untuk menghubungkan tiga kelompok pengguna utama, yakni nasabah, pengelola, dan administrator, dalam satu ekosistem digital yang transparan, aman, dan terintegrasi.
Melalui desain tersebut, nasabah dapat melakukan transaksi penyetoran limbah sekaligus memantau nilai ekonomi yang diperoleh. Di sisi lain, pengelola dapat mengatur operasional layanan secara lebih efisien, sementara administrator memiliki akses untuk mengelola seluruh sistem dengan dokumentasi yang akuntabel melalui teknologi blockchain.
Afra Nur Rafifah menjelaskan bahwa proses perancangan tidak hanya menitikberatkan pada tampilan visual, tetapi juga pada kenyamanan dan kemudahan pengguna dalam berinteraksi dengan sistem.
“Kami memulai proses desain dengan memahami kebutuhan setiap jenis pengguna, kemudian menerjemahkannya ke dalam alur penggunaan yang sederhana, intuitif, dan mudah dipahami. Melalui EcoSync, kami ingin menghadirkan konsep platform digital yang mampu membantu masyarakat mengelola limbah secara lebih efektif sekaligus meningkatkan nilai ekonominya melalui pemanfaatan teknologi blockchain,” ujar Afra.
Sementara itu, Ketua Program Studi Informatika (S1) Universitas Nusa Mandiri, Arfhan Prasetyo, mengapresiasi pencapaian mahasiswa yang mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya inovatif yang menggabungkan aspek teknologi, desain, dan keberlanjutan.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Informatika Universitas Nusa Mandiri tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam pengembangan teknologi, tetapi juga mampu memahami kebutuhan pengguna dan menerjemahkannya menjadi solusi digital yang inovatif. Kami terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi sebagai sarana mengasah kreativitas, kolaborasi, dan daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (1/7).
Menurutnya, kompetisi seperti Rakernas IndoCEISS menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memperluas jejaring dengan akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Keberhasilan Tim Triple A menembus babak final menjadi bukti bahwa Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus melahirkan talenta digital yang mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan teknologi,” katanya.
Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen UNM dalam mencetak lulusan yang kreatif, adaptif, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di era transformasi digital.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar