Kaltim Dikepung Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA Tembus 9.499
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pembagian masker kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi dampak paparan kabut asap akibat karhutla. Kondisi serupa menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan yang terdampak kabut asap. Foto: RRI/Dicky
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memburuk di Kalimantan Timur. Di tengah kondisi tersebut, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut dilaporkan telah mencapai 9.499 kasus.
Dilansir dari Kompas.com, peningkatan kasus ISPA menjadi salah satu dampak yang perlu diwaspadai ketika kualitas udara memburuk akibat kepulan asap karhutla. Kondisi ini membuat masyarakat, terutama kelompok rentan, perlu lebih berhati-hati dalam beraktivitas di luar ruangan.
Kabut asap yang muncul akibat karhutla tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga dapat membawa partikel halus yang masuk ke saluran pernapasan. Paparan dalam kondisi udara yang buruk dapat memperbesar risiko gangguan pernapasan.
Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Di Samarinda, misalnya, rata-rata kasus ISPA akut pada 1-22 Agustus 2026 mencapai 206,2 kasus per hari. Angka tersebut meningkat 22,8 persen dibandingkan rata-rata Juli yang berada di angka 167,9 kasus per hari.
Tren peningkatan kasus tersebut telah terlihat sejak Juni. Rata-rata kasus ISPA di Samarinda tercatat 162,5 kasus per hari pada Juni, kemudian meningkat menjadi 167,9 kasus per hari pada Juli dan kembali naik menjadi 206,2 kasus per hari sepanjang 1-22 Agustus.
Peningkatan kasus ISPA terjadi ketika aktivitas karhutla masih menjadi persoalan di sejumlah daerah. Asap yang terbawa angin dapat menyebar ke wilayah yang cukup jauh dari titik kebakaran sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat yang berada dekat dengan lokasi api.
Dinas Kesehatan Samarinda terus melakukan pemantauan untuk melihat perkembangan kasus. Kenaikan yang terjadi masih dinilai dapat dikendalikan, tetapi kondisi kualitas udara tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Selain Samarinda, wilayah lain di Kalimantan Timur juga menghadapi peningkatan kasus ISPA. Berau menjadi salah satu daerah yang mencatat ribuan kasus di tengah persoalan kabut asap akibat karhutla.
Situasi ini membuat perlindungan terhadap masyarakat menjadi penting. Warga di wilayah yang terdampak kabut asap diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker juga dapat dilakukan ketika masyarakat harus beraktivitas di luar rumah.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pada sistem pernapasan perlu mendapat perhatian lebih. Mereka disarankan membatasi paparan asap dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan.
Karhutla pada akhirnya tidak hanya menjadi persoalan lingkungan. Ketika asap menyelimuti permukiman dalam waktu yang cukup lama, dampaknya dapat merembet ke sektor kesehatan dan meningkatkan beban pelayanan medis.
Dengan kasus ISPA yang telah mencapai 9.499, memburuknya kabut asap di Kalimantan Timur menjadi peringatan agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar