Gunung Kawi Buka Suara, Tegaskan Bukan Tempat Pesugihan
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pemandangan Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang dikenal sebagai destinasi wisata religi dan budaya. Foto: Instagram/@anggito08.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Nama Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali menjadi perbincangan publik setelah ramai dikaitkan dengan isu pesugihan di media sosial. Menanggapi hal tersebut, pengelola Gunung Kawi menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan destinasi wisata religi dan budaya, bukan tempat praktik pesugihan seperti yang selama ini berkembang di masyarakat.
Dilansir dari iNews, klarifikasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @gunungkawistory. Dalam unggahannya, pengelola menyebut Gunung Kawi telah dikenal selama puluhan tahun sebagai tempat berdoa, berziarah, dan bersyukur bagi masyarakat dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
Pengelola menilai berbagai narasi yang beredar di media sosial telah membentuk stigma negatif terhadap Gunung Kawi. Padahal, kawasan tersebut memiliki sejarah panjang sebagai tempat pelestarian budaya, tradisi, dan nilai-nilai spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain menjadi lokasi wisata religi, Gunung Kawi juga memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran para peziarah memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal, mulai dari pedagang bunga, pemilik warung, pengelola penginapan, hingga sopir angkutan yang melayani pengunjung.
Menurut pengelola, mengubah stigma yang telah melekat selama bertahun-tahun memang bukan perkara mudah. Meski demikian, mereka berkomitmen terus memperkenalkan Gunung Kawi sebagai destinasi wisata yang mengedepankan nilai-nilai religi, budaya, dan sejarah kepada masyarakat luas.
Klarifikasi ini muncul setelah Gunung Kawi kembali menjadi sorotan akibat isu yang menyeret seorang figur publik. Pengelola berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan dapat melihat Gunung Kawi berdasarkan sejarah serta aktivitas yang selama ini berlangsung di kawasan tersebut.
Dengan adanya penegasan ini, pengelola berharap citra Gunung Kawi sebagai salah satu destinasi wisata religi dan budaya di Indonesia dapat semakin dikenal. Mereka juga mengajak masyarakat untuk datang dan mengenal langsung nilai sejarah, tradisi, serta budaya yang telah menjadi bagian dari kawasan tersebut selama puluhan tahun.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar