Cyber University Bekali Mahasiswa Kepemimpinan di Era Digital
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Program Studi (Prodi) Bisnis Digital Cyber University (Universitas Siber Indonesia) menegaskan pentingnya kemampuan kepemimpinan dan pemahaman perilaku organisasi di tengah perkembangan bisnis digital. Melalui Mata Kuliah Perilaku Organisasi, mahasiswa dibekali keterampilan memahami dinamika individu, kelompok, hingga kepemimpinan dalam dunia kerja digital. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Kamis (17/4).
Ketua Prodi Bisnis Digital Cyber University, Vivi Afifah, mengatakan bahwa keberhasilan bisnis digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi. Menurut dia, banyak perusahaan rintisan justru menghadapi kegagalan karena persoalan sumber daya manusia dan manajemen tim.
“Banyak startup gagal bukan karena teknologinya, tetapi karena tim tidak solid, konflik tidak terkelola, dan kepemimpinan yang lemah,” ujar Vivi.
Ia menjelaskan, pemahaman perilaku organisasi menjadi salah satu kunci dalam memastikan implementasi teknologi berjalan efektif di lingkungan bisnis. Oleh karena itu, mata kuliah tersebut dirancang sebagai bagian dari kurikulum berbasis industri yang diterapkan di Prodi Bisnis Digital.
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas. Mereka juga dilibatkan dalam diskusi kasus, simulasi kepemimpinan, hingga analisis persoalan organisasi nyata melalui metode discovery learning yang mendorong partisipasi aktif mahasiswa.
Materi yang dipelajari mencakup motivasi dan kepuasan kerja, dinamika kelompok, kepemimpinan, konflik organisasi, hingga pengembangan organisasi di era digital. Pendekatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan industri yang kini menuntut keseimbangan antara kemampuan teknologi dan keterampilan interpersonal.
Vivi menilai dunia kerja digital membutuhkan talenta yang adaptif dan mampu bekerja dalam tim. Selain menguasai teknologi, mahasiswa juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi dan memahami kompleksitas hubungan antarindividu di lingkungan kerja.
“Mahasiswa harus siap menghadapi kompleksitas dunia kerja digital yang tidak hanya berbasis sistem, tetapi juga manusia,” kata Vivi.
Melalui integrasi penguasaan teknologi dan pemahaman perilaku organisasi, Cyber University berupaya memperkuat posisinya sebagai kampus digital berbasis industri. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mencetak lulusan yang siap berkontribusi dalam perkembangan ekosistem bisnis digital di tingkat nasional maupun global.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar