Cyber University Siapkan Talenta Fintech Muda di Semangat Kartini
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini dinilai tetap relevan di era digital. Melalui Program Studi (Prodi) Bisnis Digital, Cyber University (Universitas Siber Indonesia) menegaskan komitmennya menyiapkan talenta fintech yang inklusif dan siap kerja bagi generasi muda, termasuk perempuan, pada momentum Hari Kartini, 21 April 2026, di Jakarta.
Ketua Prodi Bisnis Digital Cyber University, Vivi Afifah, mengatakan bahwa semangat Kartini saat ini dapat dimaknai sebagai keberanian untuk berkembang di bidang teknologi dan ekonomi digital. Menurutnya, akses pendidikan dan peluang karier harus terbuka setara bagi perempuan maupun laki-laki.
“Kalau dulu Kartini memperjuangkan akses pendidikan bagi perempuan, hari ini kita melanjutkan perjuangan itu dengan memastikan generasi muda baik perempuan maupun laki-laki punya akses yang sama untuk berkembang di industri digital, khususnya fintech,” ujar Vivi dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4).
Ia menjelaskan, industri fintech kini berkembang menjadi salah satu sektor yang membuka banyak peluang kerja baru. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan bisnis sekaligus pemahaman teknologi digital.
Untuk menjawab kebutuhan itu, Cyber University menerapkan kurikulum yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman industri. Salah satunya melalui skema Company Learning Program (CLP) 3+1, yakni tiga tahun belajar di kampus dan satu tahun menjalani pengalaman langsung di dunia industri.
Mahasiswa juga didorong terlibat dalam proyek nyata, menjalani program magang di perusahaan fintech, hingga mengembangkan startup digital sejak masih kuliah. Menurut Vivi, pengalaman praktis menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan kerja mahasiswa.
“Mahasiswa tidak cukup hanya belajar di kelas. Mereka harus punya pengalaman, portofolio, dan keberanian untuk masuk ke dunia industri. Ini bagian dari semangat Kartini modern, berani, mandiri, dan siap bersaing,” kata Vivi.
Selain itu, Cyber University mengembangkan sistem pembelajaran berbasis hybrid yang terhubung dengan ekosistem industri digital nasional. Pendekatan tersebut diharapkan membantu mahasiswa memahami dinamika dunia kerja lebih awal sekaligus memperkuat kesiapan profesional mereka.
Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan talenta digital di Indonesia, terutama di sektor fintech yang dinilai berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru. Melalui semangat Kartini, Cyber University berharap dapat menjadi ruang pemberdayaan generasi muda yang adaptif dan siap menghadapi masa depan ekonomi digital Indonesia.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar