Palo Alto Networks Luncurkan Platform Keamanan Identitas Berbasis AI
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Perusahaan keamanan siber Palo Alto Networks memperkenalkan Idira, platform keamanan identitas generasi terbaru untuk membantu organisasi melindungi identitas manusia, mesin, dan agentic di era enterprise AI (Artificial Intelligence). Peluncuran ini dilakukan di tengah meningkatnya ancaman siber yang memanfaatkan celah identitas sebagai titik masuk utama ke sistem perusahaan.
Perkembangan AI dan otomatisasi dinilai memperluas akses terhadap data serta sistem sensitif di berbagai organisasi. Kondisi tersebut membuat identitas menjadi salah satu vektor serangan siber terbesar bagi perusahaan modern.
Data terbaru menunjukkan 9 dari 10 organisasi mengalami pelanggaran keamanan terkait identitas dalam satu tahun terakhir. Di sisi lain, jumlah identitas mesin dan AI kini melampaui identitas manusia dengan rasio 109 banding 1.
Mayoritas akses privilege juga masih menggunakan standing privilege yang dianggap berisiko tinggi. Model akses tersebut memungkinkan hak akses aktif secara terus-menerus sehingga berpotensi dimanfaatkan pelaku ancaman.
“Identitas telah menjadi medan perang baru dalam lingkungan perusahaan yang memanfaatkan AI. Ketika pelaku ancaman kini masuk melalui login, bukan membobol sistem, setiap identitas menjadi target,” ujar Peretz Regev, Chief Product and Technology Officer, Idira, Palo Alto Networks, dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Rabu (20/5).
Melalui Idira, Palo Alto Networks menghadirkan pendekatan keamanan identitas yang terintegrasi. Platform ini dirancang untuk membantu organisasi menemukan risiko identitas, mengontrol privilege, serta mengotomatisasi tata kelola keamanan berbasis AI.
Pada aspek deteksi risiko, Idira memanfaatkan AI untuk mengidentifikasi dan memitigasi identitas, hak akses, serta jalur akses di seluruh enterprise secara berkelanjutan. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu organisasi merespons ancaman lebih cepat.
Selain itu, Idira juga menerapkan pendekatan zero standing privilege dan just-in-time access untuk mengurangi risiko akses statis. Dengan model ini, hak akses hanya diberikan saat dibutuhkan dan dalam jangka waktu terbatas.
Di bidang tata kelola, platform tersebut mendukung otomatisasi kebijakan berbasis AI untuk mengelola seluruh siklus hidup identitas. Pendekatan ini bertujuan membantu perusahaan menjaga kepatuhan sekaligus memperkuat pengamanan sistem.
Melalui peluncuran Idira, Palo Alto Networks menilai keamanan identitas tidak lagi hanya berfokus pada pengelolaan akses. Perusahaan kini dituntut memastikan setiap identitas, baik manusia maupun mesin, terlindungi secara menyeluruh di tengah berkembangnya penggunaan AI dalam operasional bisnis.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar