Eskalator Stasiun Duri Belum Bisa Dipakai, KAI Perkuat Pengaturan Penumpang
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kondisi Stasiun Duri saat kepadatan penumpang terjadi setelah salah satu eskalator mengalami gangguan. Foto: Shonya/detikcom.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, masih menjalani perbaikan setelah mengalami gangguan pada Sabtu (3/10/2026). Untuk mengantisipasi kepadatan, KAI Commuter menambah personel di stasiun, terutama saat jam sibuk.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan tambahan petugas akan membantu mengatur arus penumpang sekaligus meningkatkan pelayanan selama proses perbaikan berlangsung.
“Selama proses perbaikan terus dilakukan, KAI Commuter akan menyediakan personil tambahan di Stasiun Duri pada peak hour untuk membantu pelayanan pengguna,” kata Karina saat dihubungi, Rabu (6/10/2026).
Perbaikan eskalator belum dapat diselesaikan karena teknisi masih perlu melakukan pembongkaran dan pemasangan main gear. Setelah proses tersebut selesai, KAI Commuter juga akan melakukan uji pemeriksaan sebelum mengoperasikan kembali fasilitas tersebut.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan eskalator memenuhi aspek keselamatan dan keamanan bagi pengguna Commuter Line. Karina mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kapan eskalator akan kembali digunakan.
“Namun dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini perbaikan terhadap eskalator masih terus dilakukan mempertimbangkan perlu dilakukan pembongkaran dan pemasangan main gear eskalator dan pelaksanaan uji riksa kembali untuk memastikan pemenuhan aspek keselamatan dan keamanan pengoperasian eskalator,” ujar Karina.
Sebelumnya, gangguan eskalator di Stasiun Duri terjadi pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 07.45 WIB. Saat digunakan penumpang, eskalator tersebut tiba-tiba bergerak mundur dari arah yang seharusnya. Insiden itu membuat sejumlah pengguna terjatuh dan mengalami luka.
Sebanyak 12 penumpang mengalami luka akibat kejadian tersebut. KAI Commuter menyebut lima orang sempat dirujuk ke rumah sakit, dua orang menjalani observasi, sedangkan korban lainnya mendapat penanganan dan kemudian melanjutkan perjalanan.
Kondisi eskalator yang masih ditutup kemudian berdampak pada pergerakan penumpang, terutama di Peron 5. Pada Senin (5/10), penumpang yang turun dari KRL dan hendak berganti peron atau keluar stasiun terlihat mengantre untuk menggunakan akses yang masih tersedia. Petugas juga berjaga di sekitar lokasi untuk mengarahkan pengguna.
Situasi serupa masih terjadi pada Selasa (6/10). Sejumlah penumpang mengaku harus menghadapi antrean dan kepadatan ketika menggunakan akses menuju maupun dari peron. KAI Commuter kemudian menambah personel untuk membantu mengatur flow pengguna selama fasilitas tersebut belum dapat difungsikan.
Selain menambah petugas, KAI Commuter meminta pengguna mengikuti arahan yang diberikan petugas di area stasiun. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran pergerakan penumpang selama proses perbaikan berlangsung.
Karina juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat kondisi tersebut.
“KAI Commuter terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengoptimalisasi proses perbaikan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan atas kondisi tersebut,” imbuhnya.
KAI Commuter memastikan aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum eskalator kembali digunakan. Karena itu, fasilitas tersebut baru akan dioperasikan setelah proses perbaikan dan pemeriksaan selesai.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar