Gandeng PRa Salimah, Cyber University Latih Warga Bogor Manfaatkan Teknologi AI
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Bogor – Cyber University (Universitas Siber Indonesia) resmi menjalin kerja sama dengan organisasi masyarakat PRa (Pimpinan Ranting) Salimah (Persaudaraan Muslimah) Susukan di Bojonggede, Kabupaten Bogor. Kesepakatan ini tertuang dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Sabtu (3/10). Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi melalui program pemberdayaan dan literasi masyarakat.
Wakil Rektor Cyber University, Dr. Ing. Agus Trihandoyo, DEA, menegaskan komitmen kampusnya untuk memastikan kesepakatan ini tidak berhenti pada dokumen, melainkan wujud program kolaboratif nyata.
“Kami memastikan kerja sama ini tidak berhenti hanya pada penandatanganan dokumen, tetapi akan terus ditindaklanjuti melalui berbagai program kolaboratif yang nyata bagi masyarakat,” ujar Dr. Agus saat menghadiri acara tersebut.
Sementara itu, Ketua PRa Salimah Susukan, Puji Agustrianingsih, menyambut baik sinergi yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan sosial ini. Ruang lingkup MoU tersebut juga membuka peluang untuk magang, kuliah umum, hingga sertifikasi profesi.
“Kerja sama ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan pengembangan kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi bagi masyarakat,” ungkap Puji.
Sebagai tindak lanjut, Dr. Agus menyebut, Cyber University sebagai Shaping Future Digital Leader langsung menyepakati pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Fokus utamanya adalah menyelenggarakan Pelatihan Identifikasi dan Generasi Citra Digital bagi anggota PRa Salimah. Pelatihan ini dirancang agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara tepat guna dan bertanggung jawab.
“Perjanjian kerja sama teknis ini secara resmi disepakati berlaku hingga 31 Agustus 2027 mendatang,” jelas Dr. Agus.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk program-program literasi digital selanjutnya. Melalui sinergi erat antara akademisi dan warga, kapasitas serta kualitas masyarakat diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi tantangan di era transformasi digital.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar