Prodi Informatika UNM Gelar Workshop Penguatan Kompetensi Cloud Computing dan Keamanan Siber
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
- comment 1 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta — Program Studi (prodi) Informatika Universitas Nusa Mandiri (UNM) menyelenggarakan workshop bertajuk “Cloud Engineering & DevSecOps: Infrastruktur IaaS, Full-Stack Deployment, hingga Security Hardening dan Monitoring”. Kegiatan penguatan kompetensi ini berlangsung selama dua hari pada 16–17 September 2026.
Workshop ini menghadirkan akademisi Sumarna sebagai pembicara utama dengan dipandu oleh Arfhan Prasetyo sebagai moderator. UNM sebagai Kampus Digital Bisnis merancang agenda ini guna meningkatkan pemahaman teknis peserta dalam pengelolaan infrastruktur cloud dan keamanan sistem modern.
Baca juga: Mahasiswa Informatika UNM Ikuti Program Magang di Bank Mandiri Singkawang
Workshop Penguatan Kompetensi Cloud Computing
Selama dua hari, peserta dibekali materi terstruktur mulai dari Infrastructure as a Service (IaaS), Cloud Engineering, Full-Stack Deployment, hingga prinsip DevSecOps. Selain teori, materi diarahkan pada gambaran penerapan Security Hardening dan Monitoring dalam lingkungan industri digital.
Ketua Prodi Informatika (S1) UNM, Arfhan Prasetyo, menekankan bahwa penguasaan teknologi cloud dan keamanan siber menjadi kebutuhan mutlak bagi praktisi IT saat ini.
“Kemajuan industri digital menuntut calon lulusan untuk tidak hanya mahir membangun aplikasi, tetapi juga andal dalam mengamankan serta mengelola infrastruktur pendukungnya,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (18/9).
Baca juga:Tim UNM Paparkan Inovasi Game MEMORion+ untuk Anak ADHD di PKP2 2026
Melalui workshop ini, ungkapnya, UNM memastikan mahasiswa Informatika memiliki kompetensi yang relevan dengan standar DevSecOps yang dibutuhkan dunia kerja
“Inisiatif ini menjadi langkah nyata Prodi Informatika UNM dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan terapan yang adaptif terhadap dinamika teknologi. Penyelenggaraan pelatihan berkala diharapkan dapat melahirkan talenta digital yang kompeten, responsif terhadap ancaman siber, dan siap bersaing di industri global,” tutupnya.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar