Gempa M 7,7 Guncang NTT, Puluhan Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sejumlah bangunan rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: CNN Indonesia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan pembaruan dampak gempa hingga Minggu (16/8/2026) pagi, 47 orang meninggal dunia dan lebih dari 5.000 warga terdampak.
Mengutip dari Kompas.com, Minggu (16/8), jumlah korban meninggal tersebut tersebar di sejumlah wilayah yang terdampak gempa. Selain korban jiwa, sebanyak 101 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan ribuan warga memilih mengungsi untuk menghindari risiko dari bangunan yang mengalami kerusakan.
Berdasarkan data sementara, Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 23 orang. Selanjutnya, Manggarai Timur mencatat 17 korban meninggal, Sikka empat orang, sedangkan Manggarai Barat, Ende, dan Nagekeo masing-masing satu orang.
Jumlah pengungsi juga tersebar di sejumlah wilayah. Kabupaten Sikka mencatat sekitar 3.356 warga mengungsi. Sebanyak 1.356 orang berada di GOR Samador, sementara sekitar 2.000 warga lainnya mengungsi secara mandiri di 10 titik.
Di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai 2.078 orang. Sementara itu, sekitar 500 warga lainnya mengungsi di Kabupaten Nagekeo. Dampak gempa juga membuat sebagian warga mengungsi hingga ke wilayah Bima dan Kepulauan Selayar.
Dalam penanganan bencana tersebut, tim gabungan masih melakukan pendataan dan verifikasi terhadap kondisi masyarakat serta kerusakan yang terjadi. Proses pencarian dan evakuasi juga terus dilakukan di sejumlah titik terdampak.
Kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian menjadi salah satu perhatian utama. Bantuan yang dibutuhkan antara lain tenda darurat, bahan pangan, obat-obatan, selimut, tempat tidur darurat, tikar, air bersih, hingga genset untuk menunjang kebutuhan warga selama berada di pengungsian.
Kerusakan bangunan juga tercatat di sejumlah wilayah. Rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, serta kantor pemerintahan menjadi bagian dari bangunan yang terdampak gempa. Pendataan kerusakan masih dilakukan agar kebutuhan penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan bencana juga melakukan upaya untuk membuka akses menuju wilayah yang terdampak. Langkah tersebut diperlukan agar proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan lebih mudah.
Di tengah proses penanganan, warga di wilayah terdampak diminta tetap mengikuti arahan petugas. Masyarakat juga diimbau tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman untuk digunakan.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar