3.100 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok, Purbaya Ungkap Penyebabnya
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Senin, 8 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Penumpukan ribuan kontainer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi perhatian pemerintah setelah dikhawatirkan mengganggu arus logistik dan pasokan bahan baku industri. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turun langsung meninjau lokasi untuk mengetahui penyebab utama terjadinya penumpukan tersebut.
Dilansir dari Detikcom, terdapat sekitar 3.100 kontainer yang tertahan di kawasan pelabuhan dan berkaitan dengan sekitar 3.000 dokumen impor. Kondisi ini telah dikeluhkan sejumlah pelaku usaha karena dinilai menghambat pasokan bahan baku serta meningkatkan waktu tunggu (dwelling time) di pelabuhan.
Purbaya menjelaskan bahwa salah satu faktor penyebab penumpukan adalah meningkatnya volume impor dalam beberapa bulan terakhir. Bertambahnya jumlah barang yang masuk membuat aktivitas pemeriksaan dan pengeluaran barang di pelabuhan menjadi lebih padat dibandingkan biasanya.
Selain itu, pemerintah juga menemukan adanya kontainer yang sebenarnya telah menyelesaikan seluruh proses administrasi, tetapi tidak segera diambil oleh importir. Akibatnya, barang-barang tersebut tetap berada di area pelabuhan dan memakan kapasitas penyimpanan yang seharusnya dapat digunakan untuk kontainer lainnya.
Purbaya menduga sebagian importir sengaja membiarkan barangnya berada di kawasan pelabuhan karena biaya yang harus dikeluarkan dinilai lebih murah dibandingkan menyewa gudang penyimpanan di luar pelabuhan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat kelancaran aktivitas logistik nasional apabila tidak segera ditangani.
“Barang yang sudah clear tidak diambil oleh importir dan ditumpuk di sini selama berbulan-bulan,” kata Purbaya saat meninjau kawasan Tanjung Priok, dikutip dari Detikcom.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah tengah mengevaluasi sejumlah regulasi terkait penyimpanan barang di pelabuhan. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah penerapan sanksi atau denda yang lebih tegas bagi importir yang membiarkan barangnya terlalu lama berada di area pelabuhan.
Selain pembenahan regulasi, Kementerian Keuangan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga berupaya meningkatkan pelayanan kepabeanan agar proses pengeluaran barang dapat berlangsung lebih cepat. Penambahan personel Bea Cukai menjadi salah satu opsi yang dipersiapkan untuk mengurai kepadatan di kawasan pelabuhan.
Menurut Purbaya, peningkatan impor sebenarnya dapat menjadi indikator positif bagi aktivitas ekonomi nasional. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menimbulkan hambatan baru yang berpotensi meningkatkan biaya logistik dan mengganggu distribusi barang ke sektor industri.
Pemerintah berharap langkah perbaikan yang sedang disiapkan dapat menurunkan jumlah kontainer yang menumpuk di Tanjung Priok dan mengembalikan kelancaran arus logistik nasional dalam waktu dekat.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar