Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Dikenang Lewat Petualangan Sherina
- account_circle Muhammad Naufal Nurfikri
- calendar_month 22 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Dunia perfilman Indonesia kehilangan aktor senior Yadi Timo pada Jumat, 16 Oktober 2026. Aktor bernama asli Yadi Mulyadi itu mengembuskan napas terakhir pada usia 66 tahun. Namanya melekat di ingatan penonton melalui berbagai film dan sinetron, termasuk Petualangan Sherina yang populer pada 2000.
Penulis skenario sekaligus sutradara Joko Nugroho menyampaikan kabar duka tersebut melalui unggahan media sosial. Dalam pesannya, Joko mengenang Yadi sebagai teman baik, senior, sekaligus rekan diskusi yang berani menyampaikan kritik secara langsung.
Kabar kepergian Yadi turut mengundang ucapan belasungkawa dari sejumlah insan perfilman. Mereka mengenang sosok yang telah menghabiskan puluhan tahun untuk berkarya di panggung teater, film, dan televisi.
Yadi Timo Dikenal Lewat Petualangan Sherina
Salah satu peran Yadi yang paling dikenal penonton datang dari film Petualangan Sherina. Dalam film musikal petualangan tersebut, ia memerankan Mastur, salah satu penculik Sadam.
Film garapan Riri Riza itu menjadi bagian penting dalam perkembangan film anak Indonesia pada awal 2000-an. Kehadiran Yadi sebagai Mastur turut memperkuat jajaran karakter antagonis yang mewarnai perjalanan Sherina dan Sadam.
Selain Petualangan Sherina, Yadi juga tampil dalam sejumlah film layar lebar. Ia membintangi Petualangan 100 Jam, Brownies, Banyu Biru, hingga Marley yang tayang pada 2022.
Perjalanan panjang tersebut menunjukkan kiprahnya dalam berbagai produksi dengan karakter yang beragam. Yadi juga kerap memainkan tokoh antagonis dan karakter pendukung yang memberi warna pada cerita.
Jejak Karier Yadi Timo di Dunia Televisi
Tak hanya aktif di layar lebar, Yadi membangun karier melalui berbagai sinetron. Penonton televisi mengenalnya lewat serial seperti Lorong Waktu, Kisah Sedih di Hari Minggu, dan Jin & Jun.
Yadi memiliki latar belakang pendidikan seni peran. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Seni Pertunjukan, jurusan teater, Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Bekal pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di dunia seni. Melalui film dan televisi, Yadi terus mengambil peran dalam berbagai cerita yang menjangkau penonton lintas generasi.
Joko Nugroho Kenang Sosok Yadi Timo
Dalam unggahannya, Joko Nugroho menggambarkan Yadi sebagai aktor yang kritis dan memiliki prinsip kuat. Ia juga mengenang dukungan Yadi ketika menghadapi persoalan dalam sebuah proyek film.
Joko menceritakan bahwa Yadi pernah memilih meninggalkan lokasi syuting setelah mengetahui pergantian sutradara dalam proyek yang mereka kerjakan. Sikap tersebut menunjukkan loyalitas Yadi terhadap rekan yang ia percaya.
Selain itu, Joko mengenang Yadi sebagai orang yang pertama kali mengajaknya mengunjungi lokasi syuting. Bahkan, setelah kegiatan tersebut, Yadi membagikan honornya agar Joko ikut merasakan pengalaman bekerja dalam produksi film.
Kenangan itu memperlihatkan sisi lain Yadi di luar layar. Ia bukan hanya rekan kerja bagi Joko, melainkan juga sosok senior yang memberi pengalaman dan dukungan kepada sesama pekerja seni.
Kepergian Yadi Timo meninggalkan kenangan bagi keluarga, sahabat, rekan kerja, dan penonton yang mengikuti karya-karyanya. Meski kini telah berpulang, perannya dalam Petualangan Sherina serta berbagai produksi lain tetap menjadi bagian dari perjalanan perfilman Indonesia.
- Penulis: Muhammad Naufal Nurfikri


Saat ini belum ada komentar