IEEE YESIST12 2026 Hadirkan Workshop Young Professionals, Bahas Strategi Menghadapi Era Disrupsi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 26 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Bekasi —Universitas Nusa Mandiri (UNM) menjadi salah satu tuan rumah IEEE YESIST12 2026 yang berlangsung di Jakarta, Indonesia, pada 2–3 Oktober 2026. Kegiatan internasional ini mempertemukan generasi muda, inovator, akademisi, dan profesional dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan, mengembangkan kompetensi, serta membangun kolaborasi di bidang teknologi dan inovasi. Salah satu agendanya adalah Workshop Young Professionals yang digelar di lantai 10 Wisma UBSI Kaliabang, Bekasi, dengan menghadirkan sejumlah sesi pengembangan wawasan dan kompetensi profesional.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para peserta untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan dunia profesional, teknologi, inovasi, serta strategi menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang semakin kompleks. Melalui sesi yang dikemas secara interaktif, peserta mendapatkan perspektif mengenai pentingnya kemampuan beradaptasi dan membaca peluang di tengah perubahan.
Salah satu sesi dalam Workshop Young Professionals menghadirkan Kuncoro Wastuwibowo, IEEE Indonesia Section Advisory Board Member sekaligus CEO Arunika Ekosistem Nusantara. Ia membawakan materi “IEEE YP Indonesia – Recent Activities” yang membahas perkembangan aktivitas IEEE Young Professionals Indonesia serta berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi profesional muda.
Kuncoro Wastuwibowo Bahas Strategi Profesional Muda Menghadapi Disrupsi
Dalam pemaparannya, Kuncoro menjelaskan bahwa perubahan dan disrupsi tidak selalu harus dipandang sebagai hambatan. Kondisi tersebut justru dapat menciptakan peluang baru apabila mampu dibaca dan direspons dengan strategi yang tepat.
“Disrupsi dapat menjadi sumber daya baru. Ketika kondisi pasar berubah, muncul peluang dan ruang baru yang sebelumnya tidak terlihat. Karena itu, kita perlu memiliki kemampuan untuk membaca perubahan dan memanfaatkannya sebagai peluang,” ujar Kuncoro dalam sesi Workshop Young Professionals.
Ia juga menjelaskan bahwa kompleksitas dalam lingkungan bisnis perlu dipahami sebagai sebuah sinyal. Perubahan yang terjadi dalam satu bagian ekosistem dapat memberikan pengaruh terhadap bagian lainnya sehingga diperlukan kemampuan untuk melihat hubungan dan perkembangan secara lebih luas.
“Kompleksitas bukan sekadar gangguan, tetapi sebuah sinyal. Ketika kita mampu membaca tanda-tanda perubahan yang kecil, kita dapat memiliki pandangan yang lebih jauh mengenai apa yang mungkin terjadi berikutnya,” jelasnya.
Materi yang disampaikan juga mengangkat konsep strategi berbasis ekosistem bagi para pelaku usaha dan profesional dalam menghadapi lingkungan bisnis yang kompleks. Peserta diajak memahami bahwa peluang tidak selalu berada pada sistem yang sudah mapan, tetapi dapat muncul dari area yang belum banyak dikembangkan.
Menurut Kuncoro, persaingan pada rantai nilai yang sudah matang cenderung semakin ketat. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha dan profesional perlu melihat ruang baru yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan.
“Di dalam sistem yang sudah ramai, peluang baru justru dapat ditemukan di area yang belum banyak dimanfaatkan. Karena itu, kita tidak hanya perlu mengoptimalkan apa yang sudah ada, tetapi juga menciptakan pilihan dan kemungkinan baru,” katanya.
Selain membahas strategi berbasis ekosistem, peserta juga mendapatkan materi mengenai perencanaan strategis di era eksponensial. Pendekatan tersebut mencakup kemampuan mengidentifikasi dan memantau perkembangan masa depan melalui analisis prospektif, pengelolaan biaya strategis, perhitungan biaya sepanjang siklus hidup, serta pemodelan berbagai skenario pertumbuhan.
Pendekatan tersebut menekankan bahwa perencanaan tidak cukup hanya berdasarkan kondisi saat ini. Profesional muda perlu memiliki kemampuan untuk mempersiapkan berbagai kemungkinan karena perubahan teknologi dan lingkungan bisnis dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
IEEE YESIST12 2026 Perkuat Kolaborasi Generasi Muda
IEEE YESIST12 merupakan platform inovasi global yang mempertemukan pelajar sekolah, mahasiswa atau perguruan tinggi, serta young professionals. Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi terhadap berbagai persoalan sosial dan keberlanjutan.
Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung di Jakarta, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknologi dan inovasi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk membangun jejaring dan berinteraksi dengan peserta dari berbagai latar belakang.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Interaksi antara peserta, akademisi, profesional, dan komunitas diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi baru di masa mendatang.
Bagi generasi muda, pengalaman mengikuti kegiatan internasional seperti IEEE YESIST12 2026 dapat menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus memahami dinamika dunia profesional yang terus berubah. Kemampuan beradaptasi, membangun jejaring, memahami teknologi, dan melihat peluang menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus memberikan ruang pengembangan potensi generasi muda melalui kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, kemampuan berkompetisi, serta kesiapan menghadapi perkembangan dunia profesional dan teknologi digital.
Keterlibatan Universitas Nusa Mandiri dalam IEEE YESIST12 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman peserta melalui interaksi dengan akademisi, profesional, inovator, dan komunitas internasional. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan sekaligus mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan kompetensi dan mampu beradaptasi dengan perubahan.
“Generasi muda perlu berani membuka diri terhadap pengalaman baru, membangun jejaring, meningkatkan kompetensi, dan terus belajar mengikuti perkembangan teknologi. Melalui kegiatan seperti IEEE YESIST12, mereka dapat memperoleh perspektif baru yang menjadi bekal untuk menghadapi dunia profesional yang terus berkembang,” ujar Kuncoro.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar