Kesempatan Mengajar di Luar Negeri Dibuka, Kemendikdasmen Siapkan Seleksi Guru dan Tendik
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sri Mulyani saat mengikuti kegiatan Kemenkeu Mengajar di SMA 3 Semarang untuk memberikan edukasi tentang pengelolaan keuangan negara. Foto: Pasardana.id.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan segera membuka seleksi guru dan tenaga kependidikan untuk ditempatkan di Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN). Pemerintah juga menyiapkan lowongan bagi pendidik tetap di Community Learning Center (CLC) Indonesia yang berada di Malaysia.
Dilansir dari detikEdu, informasi pembukaan seleksi tersebut disampaikan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen melalui akun Instagram resminya pada Jumat (11/9/2026). Kesempatan ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin mengabdi melalui pendidikan Indonesia di luar negeri.
“Kesempatan untuk mengabdi melalui pendidikan Indonesia di luar negeri segera dibuka!” tulis Ditjen GTK Kemendikdasmen dalam unggahannya.
Sekolah Indonesia di Luar Negeri atau SILN saat ini tersebar di sejumlah negara. SILN terdapat di Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Myanmar, Jepang, Arab Saudi, Mesir, hingga Belanda.
Beberapa lokasi SILN berada di Johor Bahru, Kuala Lumpur, Kinabalu, Singapura, Davao, Bangkok, Yangon, Tokyo, Makkah, Jeddah, Riyadh, Kairo, dan Den Haag.
Sementara itu, Community Learning Center (CLC) Indonesia seluruhnya berada di Malaysia. Saat ini terdapat 302 CLC yang tersebar di Sabah dan Sarawak, dengan 62 CLC berada di Sarawak dan 240 lainnya di Sabah.
SILN merupakan satuan pendidikan formal yang diselenggarakan di luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak Indonesia. Awalnya, sekolah tersebut ditujukan bagi anak diplomat yang bertugas di luar negeri, tetapi kini juga melayani warga negara Indonesia lainnya, termasuk anak pekerja migran Indonesia.
Kurikulum yang diterapkan di SILN mengikuti kurikulum pendidikan Indonesia. Selain kegiatan pembelajaran, sekolah juga menjalankan program untuk mengenalkan dan melestarikan budaya Indonesia melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun gelar budaya.
Adapun CLC merupakan layanan pendidikan yang ditujukan terutama bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di wilayah perkebunan sawit di Sabah dan Sarawak. Pendidikan di CLC mencakup jenjang SD dan SMP.
CLC terbagi menjadi CLC ladang dan CLC nonladang. CLC ladang berada di kawasan perkebunan sawit berskala besar, sedangkan CLC nonladang dapat berada di lokasi seperti ruko, bangunan gereja, maupun kawasan permukiman.
Dalam penyelenggaraannya, CLC berada di bawah payung Sekolah Indonesia Kota Kinabalu sebagai sekolah induk serta didukung perwakilan RI di Kota Kinabalu, Kuching, dan Tawau.
Hingga saat ini, Kemendikdasmen belum mencantumkan secara rinci jadwal pendaftaran, jumlah formasi, persyaratan, maupun mekanisme seleksi dalam informasi tersebut. Masyarakat yang berminat perlu menunggu pengumuman resmi terkait pembukaan lowongan guru dan tenaga kependidikan tersebut.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar