Daraloka Asa Dara Ajak Masyarakat Pahami PMOS dan Lawan Stigma terhadap Perempuan
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana talkshow "Menjadi Perempuan" dalam rangkaian Daraloka: Asa Dara di Tamananda Lifestyle Park, Jakarta Selatan. Foto: Dokumentasi Daraloka.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Mahasiswa konsentrasi Marketing Communication LSPR Institute of Communication & Business sukses menggelar acara puncak Community Development bertajuk Daraloka: Asa Dara di Tamananda Lifestyle Park, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7/2026). Mengusung tema “Beyond the Stigma: How Indonesian Culture Shapes Women’s Wounds”, kegiatan ini mengajak masyarakat memahami pentingnya kesehatan hormonal perempuan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap stigma sosial yang masih melekat pada penyintas PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome).
Acara dibuka dengan sesi PMOS Yoga yang dirancang untuk mengajak peserta memulai hari dengan aktivitas yang mendukung kesehatan fisik dan mental. Setelah itu, digelar press conference yang menghadirkan dosen pembimbing LSPR Institute of Communication & Business, Founder Komunitas Kata Nona, Ketua Daraloka, serta media partner untuk memperkenalkan kampanye dan tujuan dari program tersebut.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan Dara Bersuara, sebuah pameran interaktif yang mengangkat pengalaman perempuan dalam menghadapi stigma, tekanan sosial, dan perjalanan hidup para PMOS fighter. Melalui berbagai instalasi seperti Visual Installation, Audio Experience bersama Love Line, Message of Love, hingga Interactive Wall, pengunjung diajak memahami persoalan tersebut dari sudut pandang yang lebih personal. Pameran ini merupakan hasil kolaborasi dengan lebih dari sepuluh seniman lokal yang bersama-sama menghadirkan ruang aman untuk berbagi cerita dan membangun empati.
Pembahasan mengenai kesehatan perempuan semakin diperdalam melalui talkshow bertajuk “Menjadi Perempuan”. Diskusi tersebut menghadirkan dr. Mahatmasara Adhiwasa, Sp.OG, RA Oriza Sativa, S.Psi., Psi., CH., CCR, Prily Soetiman, dan Aya Canina, dengan Hapsa Arafa sebagai moderator. Para narasumber membahas berbagai tantangan yang dihadapi perempuan, mulai dari kesehatan hormonal hingga dampak stigma sosial dan budaya terhadap kehidupan sehari-hari.
Selain sesi diskusi, peserta juga mengikuti dua workshop kreatif dari Flora Craftee. Workshop “Rangkai Rupa Diri: Bracelet Charm” mengajak peserta membuat gelang sebagai simbol dukungan dari orang-orang terdekat, sedangkan “Rangkai Rupa Diri: Flower Arrangement” menjadi media untuk menumbuhkan rasa cinta dan penerimaan terhadap diri sendiri melalui seni merangkai bunga.
Menjelang malam, suasana berubah menjadi lebih hangat melalui Karaoke Night bertema “No Sad Songs”. Pada sesi ini, peserta saling memberikan kartu bertuliskan “You Made Someone’s Night Better” sebagai bentuk apresiasi dan dukungan satu sama lain. Acara kemudian ditutup dengan penampilan DJ Tithanauli yang menambah semarak suasana.
Dosen pengampu mata kuliah Community Development LSPR Institute of Communication & Business, Melvin Bonardo Simanjuntak, M.I.Kom, mengatakan Daraloka menjadi bukti nyata bagaimana mahasiswa mampu menerapkan konsep dan teori yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam sebuah kampanye sosial yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Daraloka menjadi bukti nyata dalam mempraktikkan konsep dan teori menjadi suatu acara, kampanye, baik offline maupun online, dan aktivasi yang melibatkan banyak mitra, sehingga membentuk pemahaman bagi audiens atau peserta yang hadir akan isu PMOS, kesetaraan, dan inklusivitas,” ujarnya.
Founder Komunitas Kata Nona, Aya Canina, menyampaikan bahwa kolaborasi bersama Daraloka menjadi langkah penting untuk membuka ruang diskusi mengenai PMOS secara lebih luas. Menurutnya, membicarakan kesehatan hormonal perempuan secara terbuka merupakan bentuk keberpihakan terhadap perempuan sekaligus upaya menghapus stigma yang masih berkembang di masyarakat.
Sementara itu, Ovie Noviarani dari tim Event and Partnership Tamananda Lifestyle Park mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya sebagai lokasi penyelenggaraan Asa Dara. Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus menghadirkan berbagai kegiatan yang menginspirasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Daraloka berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya menjaga kesehatan hormonal perempuan, mengenal PMOS secara lebih menyeluruh, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang inklusif, suportif, dan bebas dari stigma.



- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar