SmartBio AIR Raih Winner Maker Fair IEEE YESIST12 2026, Hadirkan Inovasi Pemurnian Udara Berbasis Kecerdasan Buatan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 41 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Bekasi —Inovasi teknologi yang menggabungkan pendekatan lingkungan dan kecerdasan buatan mencuri perhatian dalam IEEE YESIST12 2026. Proyek SmartBio AIR – Sistem Pemurnian Udara Dalam Ruangan Berbasis Alga dengan Dukungan Kecerdasan Buatan Edge berhasil meraih predikat Winner pada kategori Maker Fair.
Grand Finale IEEE YESIST12 2026 digelar pada 2–3 Oktober 2026 di Hall C BSI Convention Center, Bekasi. Universitas Nusa Mandiri (UNM) hadir sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan di Jakarta, Indonesia, yang mempertemukan generasi muda, inovator, akademisi, dan profesional dari berbagai negara dalam atmosfer pertukaran gagasan dan kolaborasi internasional.
Ajang tersebut membawa semangat pengembangan teknologi dan inovasi untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Peserta diberikan kesempatan untuk memperkenalkan karya, memperoleh pengalaman berkompetisi, sekaligus membangun jejaring dengan inovator dari berbagai latar belakang.
SmartBio AIR dikembangkan oleh Nimalan Parameswaran. Inovasi ini mengangkat pemanfaatan alga sebagai bagian dari sistem pemurnian udara dalam ruangan yang didukung teknologi kecerdasan buatan Edge.
Konsep tersebut menunjukkan upaya mengintegrasikan teknologi digital dengan pendekatan berbasis lingkungan. Gagasan seperti ini menjadi salah satu bentuk inovasi yang ditampilkan dalam Grand Finale IEEE YESIST12 2026.
Selain kompetisi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Workshop Young Professionals yang berlangsung pada 2–3 Oktober 2026 di lantai 10 Wisma UBSI Kaliabang, Bekasi. Salah satu agenda workshop adalah sesi “IEEE YP Indonesia – Recent Activities” yang membahas perkembangan aktivitas IEEE Young Professionals di Indonesia.
Nimalan Parameswaran mengatakan penghargaan yang diraih menjadi dorongan untuk melanjutkan pengembangan proyeknya.
Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong terciptanya ruang yang mempertemukan teknologi, kreativitas, inovasi, dan pengembangan kompetensi generasi muda. Kegiatan internasional seperti IEEE YESIST12 menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring kolaborasi.
Keberhasilan SmartBio AIR menjadi salah satu capaian pada kategori Maker Fair dan menunjukkan bahwa pengembangan teknologi dapat diarahkan untuk menghasilkan solusi yang berkaitan dengan kebutuhan lingkungan dan kualitas kehidupan.
“Penghargaan ini memberikan motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan SmartBio AIR. Mengikuti IEEE YESIST12 2026 juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan perspektif baru dari peserta dan inovator lainnya. Saya berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan sehingga memiliki manfaat yang lebih luas,” ujar Nimalan, pengembang SmartBio AIR.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar