Gunung Semeru Erupsi 37 Kali dalam 6 Jam, Status Masih Siaga
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gunung Semeru erupsi dengan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter dari atas puncak. Foto: Kompas.com.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Aktivitas Gunung Semeru di Jawa Timur masih cukup tinggi. Hingga Jumat (11/9/2026) pagi, gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang tersebut masih berstatus Level III atau Siaga. Dalam enam jam, tercatat 37 kali letusan terjadi di Gunung Semeru.
Dilansir dari detikJatim, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru periode 11 September 2026 pukul 00.00-06.00 WIB, selain 37 kali letusan, tercatat pula empat kali guguran, sembilan kali tremor harmonik, dan satu kali gempa tektonik lokal.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis yang diterima detikJatim pada Jumat (11/9/2026), menyampaikan aktivitas letusan masih berlangsung dengan status gunung tetap berada pada Level III atau Siaga.
“Gunung Semeru mengalami 37 kali letusan dalam enam jam. Status masih siaga,” ujar Liswanto.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara Gunung Semeru, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak.
Masyarakat yang berada di luar jarak tersebut juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru.
Selain letusan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Liswanto juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di kawasan yang masuk dalam rekomendasi bahaya.
“Masyarakat agar tidak melakukan aktifitas di sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava dan lahar,” ujar Liswanto.
Aktivitas Gunung Semeru sendiri memang masih tergolong tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pada 1-6 September 2026, tercatat 583 kali gempa letusan atau erupsi. Aktivitas tertinggi terjadi pada 6 September dengan 108 kali gempa letusan atau erupsi dalam sehari.
Status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat di sekitar kawasan gunung diimbau mengikuti informasi resmi dari petugas dan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar