Api Nyaris Masuk Kawasan Hutan Samboja, Pembukaan Sawit Diduga Jadi Pemicu
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di salah satu wilayah Kalimantan. Karhutla menjadi ancaman yang perlu diwaspadai di kawasan sekitar IKN. Foto: Istimewa-Badan Komunikasi Pemerintah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lahan milik perorangan di Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Lokasi kebakaran berada sangat dekat dengan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja, hanya sekitar 20 meter dari batas kawasan hutan.
Dilansir dari detikKalimantan, kebakaran tersebut terjadi pada Selasa (1/9/2026). Informasi awal diterima pengelola KHDTK Samboja dari warga sekitar pukul 15.00 Wita yang melihat asap muncul dari salah satu kebun.
Manajer KHDTK Samboja Nanang Riana kemudian mendatangi lokasi dan menemukan api muncul di tiga titik. Salah satu titik berada sangat dekat dengan batas kawasan KHDTK sehingga petugas langsung berkoordinasi dengan PPI Jejak Pulang untuk melakukan penanganan.
Dugaan bahwa kebakaran terjadi akibat kesengajaan muncul setelah petugas melihat kondisi lahan. Di lokasi ditemukan ajir atau penanda tanaman sawit yang telah ditancapkan ke tanah. Selain itu, terdapat material vegetasi yang sebelumnya dikumpulkan dan ditumpuk.
Nanang menduga pola tersebut menunjukkan adanya upaya pembersihan lahan dengan cara dibakar untuk membuka perkebunan. Menurutnya, material yang dikumpulkan terlebih dahulu kemudian dibakar menjadi salah satu indikasi bahwa api tidak muncul secara alami.
“Ini bukan api yang timbul sendiri, pasti disengaja. Karena lokasinya memang lokasi yang sudah dibentuk untuk dibakar. Dirumpuk untuk dibakar,” kata Nanang, dikutip dari detikKalimantan.
Lahan yang terbakar diketahui merupakan lahan perorangan yang digunakan untuk perkebunan. Api yang muncul di lahan tersebut sempat mendekati kawasan KHDTK Samboja, tetapi berhasil dikendalikan sebelum merambat masuk ke kawasan hutan.
Kebakaran diperkirakan menghanguskan lahan hampir satu hektare. Pemadaman dilakukan sejak sekitar pukul 15.00 Wita hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.15 Wita.
Cepatnya laporan warga menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran. Pengelola KHDTK dapat segera mengetahui adanya titik api dan melakukan koordinasi sehingga kebakaran tidak berkembang lebih luas.
KHDTK Samboja merupakan kawasan hutan yang memiliki fungsi khusus dengan luas sekitar 3.517,53 hektare. Kawasan tersebut menjadi habitat berbagai satwa, sehingga kebakaran yang terjadi di dekat batas kawasan berpotensi mengancam ekosistem apabila tidak segera ditangani.
Sementara itu, kepolisian telah mengecek lokasi kebakaran. Kanit Reskrim Polsek Samboja Ipda Andri Riyanto mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui pemilik lahan serta mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang berada di lokasi saat kebakaran terjadi.
Sejumlah orang yang membantu proses pemadaman diketahui berada di lokasi setelah diturunkan oleh pemilik lahan. Polisi belum langsung meminta keterangan karena petugas masih berfokus pada proses pemadaman.
Kejadian ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap karhutla di wilayah sekitar IKN. Otorita IKN sebelumnya juga telah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño.
Otorita IKN juga menyiapkan mekanisme pelaporan melalui aplikasi IKNOW untuk mempercepat penanganan apabila masyarakat menemukan indikasi kebakaran. Respons cepat dinilai penting untuk mencegah api meluas dan melindungi kawasan hutan di sekitar IKN.
Dugaan pembakaran lahan untuk membuka perkebunan kini masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat. Namun, kedekatan lokasi kebakaran dengan kawasan hutan membuat kasus tersebut menjadi perhatian, terlebih api hanya berjarak sekitar 20 meter dari KHDTK Samboja.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar