Asap Karhutla Kalimantan Meluas, Tiga Negara Tetangga Mulai Terdampak
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Kabut asap akibat karhutla dilaporkan menyebar hingga Filipina dan memicu memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan semakin meluas hingga menyeberangi batas negara. Asap yang terbawa angin kini berdampak ke sejumlah wilayah Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina, dengan kualitas udara di beberapa kawasan berada pada level yang mengkhawatirkan.
Dilansir dari Kompas.com, sebaran asap karhutla Kalimantan telah menyelimuti wilayah Sarawak, Malaysia, sepanjang sebagian besar Agustus. Kabut asap bahkan dilaporkan bergerak lebih jauh hingga Semenanjung Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan asap juga telah mencapai wilayah Filipina.
Dampak paling serius terlihat di Sarawak. Pada Selasa (1/9/2026), sejumlah wilayah di negara bagian tersebut mencatat kualitas udara dalam kategori berbahaya. Kuching mencatat indeks polusi udara mencapai 407, sedangkan Serian yang berada dekat perbatasan dengan Kalimantan mencapai 408. Angka di atas 300 masuk kategori berbahaya dalam indeks pencemaran udara Malaysia.
Kondisi udara yang memburuk membuat aktivitas masyarakat ikut terganggu. Otoritas setempat membatasi kegiatan di luar ruangan dan mengambil sejumlah langkah untuk melindungi warga dari paparan asap. Bahkan, sejumlah kegiatan yang seharusnya digelar di ruang terbuka terpaksa dibatalkan akibat buruknya kualitas udara.
Dampak kesehatan juga mulai terasa. Data Kementerian Kesehatan Malaysia pada 23-29 Agustus menunjukkan kasus asma meningkat dari 219 menjadi 1.811 kasus dalam sepekan. Kasus konjungtivitis atau mata merah juga naik dari 146 menjadi 720 kasus.
Kabut asap tidak hanya menjadi persoalan di Malaysia. Di Filipina, asap dari karhutla Kalimantan telah mencapai kawasan Metro Manila. Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina mencatat sejumlah wilayah mengalami kualitas udara pada kategori sangat tidak sehat hingga sangat berbahaya.
Beberapa wilayah yang mencatat kualitas udara buruk antara lain Paranaque, Quezon City, dan Las Pinas. Di sejumlah kawasan Metro Manila, indeks kualitas udara berada pada level yang berisiko bagi kesehatan sehingga pemerintah setempat mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.
Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas pendidikan. Di Quezon City, pemerintah kota menerbitkan kebijakan penghentian sementara kegiatan belajar tatap muka mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah. Langkah serupa dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap dampak buruk paparan polusi udara.
Sementara itu, sebaran asap dari Indonesia juga terpantau menuju Brunei Darussalam. Berdasarkan pemantauan citra satelit, asap dari wilayah Kalimantan Barat bergerak menuju Sarawak dan Sabah di Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Filipina. Pergerakan tersebut dipengaruhi pola angin yang membawa partikel asap melintasi wilayah perbatasan.
Fenomena asap lintas batas atau transboundary haze ini kembali menjadi perhatian kawasan Asia Tenggara. Malaysia dan Brunei sebelumnya telah membawa persoalan kabut asap ke mekanisme ASEAN, sementara Filipina kini turut merasakan dampak dari memburuknya kualitas udara akibat sebaran asap.
Kondisi kabut asap kali ini disebut sebagai salah satu episode terburuk di kawasan tersebut sejak 2015. Saat itu, kebakaran hutan di Indonesia menyebabkan puluhan juta orang terpapar asap dan memicu lebih dari 500.000 kasus gangguan pernapasan.
Di Indonesia, penanganan karhutla masih dilakukan di sejumlah wilayah Kalimantan. Pemerintah mengerahkan berbagai unsur untuk memadamkan titik api dan mengurangi dampak asap yang terus menyebar. Operasi modifikasi cuaca juga dilakukan untuk membantu mendatangkan hujan di wilayah yang membutuhkan.
Meluasnya kabut asap menjadi persoalan yang tidak lagi terbatas di dalam negeri. Pergerakan asap hingga Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina menunjukkan bahwa penanganan karhutla di Kalimantan juga memiliki dampak langsung terhadap negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar