Harga Emas Antam Turun dalam Sepekan, Investor Diminta Cermati Pergerakan Pasar
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Harga emas batangan Antam mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Pergerakan harga yang cenderung melemah tersebut menjadi perhatian pelaku pasar di tengah berbagai dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.
Mengutip dari Detikcom, Minggu (31/5), harga emas Antam 24 karat memulai perdagangan pekan lalu di level Rp2.803.000 per gram dan ditutup pada posisi Rp2.799.000 per gram. Dengan demikian, harga emas tercatat turun Rp4.000 per gram dalam kurun satu pekan.
Berdasarkan data yang dipublikasikan Logam Mulia Antam, penurunan harga terjadi secara bertahap pada beberapa hari perdagangan. Pada Selasa (26/5), harga emas turun Rp5.000 per gram, kemudian kembali melemah Rp13.000 per gram pada Rabu (27/5). Penurunan terdalam terjadi pada Kamis (28/5) ketika harga emas terkoreksi Rp31.000 per gram.
Meski demikian, harga emas sempat menunjukkan pemulihan menjelang akhir pekan. Pada Jumat (29/5), harga naik Rp20.000 per gram dan kembali menguat Rp25.000 per gram pada Sabtu (30/5). Kenaikan tersebut belum mampu menghapus pelemahan yang terjadi sebelumnya sehingga harga emas tetap ditutup lebih rendah dibanding awal pekan.
Selain harga jual, harga buyback atau harga pembelian kembali emas oleh Antam juga mengalami penurunan. Dalam sepekan, harga buyback turun dari Rp2.612.000 menjadi Rp2.609.000 per gram. Harga buyback merupakan nilai yang diterima masyarakat ketika menjual kembali emas kepada Antam.
Pergerakan harga emas tidak hanya dipengaruhi kondisi pasar domestik, tetapi juga perkembangan ekonomi global. Sejumlah analis menilai ekspektasi kebijakan suku bunga serta ketidakpastian ekonomi internasional masih menjadi faktor yang memengaruhi harga logam mulia di pasar dunia.
Laporan pasar global menunjukkan harga emas sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir akibat meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat untuk menekan inflasi. Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap harga emas di berbagai negara, termasuk Indonesia
Meski mengalami pelemahan dalam jangka pendek, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat. Logam mulia kerap dipilih sebagai aset lindung nilai (safe haven) ketika terjadi ketidakpastian ekonomi dan gejolak pasar keuangan.
Investor pun diimbau untuk terus mencermati perkembangan ekonomi global dan pergerakan harga emas sebelum mengambil keputusan investasi. Fluktuasi harga yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa pasar emas masih dipengaruhi berbagai sentimen eksternal yang dapat berubah sewaktu-waktu.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar