Breaking News
Beranda » Berita » Kejagung Sita Uang Lebih dari Rp1 Triliun dalam Kasus Lahan Tebu Lampung

Kejagung Sita Uang Lebih dari Rp1 Triliun dalam Kasus Lahan Tebu Lampung

  • account_circle Fathma Aulia Puteri
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakartahitz.com, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita uang tunai senilai lebih dari Rp1 triliun dalam penyidikan dugaan korupsi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan di Lampung. Uang tersebut dipamerkan dalam bentuk tumpukan besar di Lobi Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).

Dilansir dari detikNews, tumpukan uang tersebut terdiri dari pecahan Rp100 ribu yang ditata menyerupai kasur. Uang disimpan dalam sejumlah bungkus plastik transparan, dengan masing-masing bungkusan bernilai sekitar Rp1 miliar.

Selain uang rupiah, Kejagung juga menyita uang dalam mata uang dolar Amerika Serikat senilai USD166 ribu. Pada layar di lokasi konferensi pers, tercantum rincian sitaan dari PT Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI), yakni Rp1.003.184.000 dan USD166 ribu.

Penyitaan tersebut berkaitan dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan pada areal PT Inhutani V di Provinsi Lampung. Kejagung sebelumnya mengambil alih penanganan perkara tersebut dari Kejaksaan Tinggi Lampung.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Saiful Bahri Siregar mengatakan pengambilalihan perkara dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan. Saat itu, penyidik telah memeriksa 47 orang saksi, menyita sejumlah dokumen, serta meminta bantuan ahli untuk menghitung kerugian negara.

“Kami telah mengambil alih penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Lampung terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan perkebunan oleh PT PSMI pada areal PT Inhutani V Provinsi Lampung,” kata Saiful di Gedung Bundar Kejagung, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, PT PSMI diduga melakukan penanaman tebu secara melawan hukum di kawasan PT Inhutani V Lampung. Kejagung menyebut tindakan tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Luas lahan yang dibuka untuk perkebunan tebu disebut mencapai 1.268 hektare dan beririsan dengan kawasan PT Inhutani V. Sementara itu, bagian lahan lain yang berada di dalam kawasan hutan masih dalam proses penyidikan.

Perkara tersebut masih terus didalami. Hingga saat ini, Kejagung belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Penyidik masih memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti untuk mengonstruksikan dugaan tindak pidana serta menentukan pihak yang bertanggung jawab.

Pada Rabu (9/9/2026), Kejagung juga memeriksa dua saksi dari PT Inhutani V, yakni AK selaku anggota Dewan Komisaris dan ES yang pernah menjabat sebagai Direksi PT Inhutani V periode 2012-2017. Pemeriksaan dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna menegaskan proses penyidikan dilakukan secara profesional, independen, dan akuntabel dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta prinsip kehati-hatian.

Sebelumnya, PT PSMI juga telah menyetorkan Rp100 miliar kepada Kejati Lampung pada Februari 2026 sebagai bentuk pengembalian kerugian keuangan negara yang diduga timbul dalam perkara tersebut. Dana itu kemudian ditempatkan dalam Rekening Pemerintah Lainnya (RPL) Kejati Lampung.

  • Penulis: Fathma Aulia Puteri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim SAR Hadapi Abu Vulkanik Saat Cari 5 Jurnalis di Krakatau

    Tim SAR Hadapi Abu Vulkanik Saat Cari 5 Jurnalis di Krakatau

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Fathma Aulia Puteri
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang di perairan Selat Sunda tidak hanya menghadapkan tim SAR pada kondisi laut. Petugas juga harus berhadapan dengan abu vulkanik dan medan berbahaya di sekitar Gunung Anak Krakatau. Salah satu anggota Basarnas Banten, Vicky Meidy Priana, menceritakan pengalaman selama terlibat dalam operasi pencarian tersebut. […]

  • Nadiem Ajukan Banding, Kuasa Hukum Siap Laporkan Empat Hakim ke Komisi Yudisial

    Nadiem Ajukan Banding, Kuasa Hukum Siap Laporkan Empat Hakim ke Komisi Yudisial

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Fathma Aulia Puteri
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim resmi mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook. Selain menempuh upaya hukum banding, tim kuasa hukumnya juga berencana melaporkan empat hakim yang mengadili perkara tersebut ke Komisi Yudisial […]

  • Pramono Siapkan Skema Obligasi Rp3,5 Triliun untuk Perkuat Layanan Pendidikan dan Kesehatan

    Pramono Siapkan Skema Obligasi Rp3,5 Triliun untuk Perkuat Layanan Pendidikan dan Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Fathma Aulia Puteri
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun sebagai alternatif pembiayaan sejumlah program prioritas. Dana yang diperoleh nantinya akan difokuskan untuk pembangunan sektor pendidikan dan layanan kesehatan di Ibu Kota. Dilansir dari detik, Pramono mengatakan penerbitan obligasi daerah merupakan bagian dari strategi creative financing yang disiapkan Pemerintah Provinsi DKI […]

  • Dua Relawan Karhutla Kalteng Gugur, Asap dan Panas Jadi Ancaman di Garis Depan

    Dua Relawan Karhutla Kalteng Gugur, Asap dan Panas Jadi Ancaman di Garis Depan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Fathma Aulia Puteri
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Duka kembali menyelimuti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dua relawan yang berada di garis depan pemadaman meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan ketika menjalankan tugas. Kedua relawan tersebut adalah Akhmad Rizani, Ketua Tim Serbu Api Kecamatan/Kelurahan (TSAK) Jekan Raya atau TSAK Palangka di Kota Palangka Raya, dan Ahmadin alias […]

  • Sempat Viral dan Diwarnai Aksi Massa, Kasus BMW Tabrak Pemotor Kini Berakhir Damai

    Sempat Viral dan Diwarnai Aksi Massa, Kasus BMW Tabrak Pemotor Kini Berakhir Damai

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Fathma Aulia Puteri
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Kasus kecelakaan yang melibatkan mobil listrik BMW dan seorang pengendara sepeda motor di kawasan Meruya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, berakhir damai setelah kedua belah pihak menjalani proses mediasi yang difasilitasi kepolisian. Dilansir dari detikcom, Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto mengatakan pengemudi BMW dan keluarga korban telah […]

  • Keluarga CPNS Jayawijaya Dihubungi Lewat HP Korban, Polisi Dalami Video Call KKB

    Keluarga CPNS Jayawijaya Dihubungi Lewat HP Korban, Polisi Dalami Video Call KKB

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Fathma Aulia Puteri
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Keluarga Willy Mboik (24), CPNS asal Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat dihubungi melalui panggilan video setelah Willy menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Pelaku diduga menggunakan handphone milik Willy untuk melakukan video call tersebut. Dilansir dari detikNews, polisi membenarkan adanya komunikasi tersebut. Handphone yang digunakan dalam […]

expand_less