25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah Terungkap, Ini Daftarnya
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memaparkan temuan beras fortifikasi yang tidak sesuai standar. Foto: CNBC Indonesia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Pemerintah mengungkap temuan 25 merek beras fortifikasi yang dinyatakan tidak memenuhi syarat setelah menjalani pemeriksaan. Produk-produk tersebut diduga memiliki kandungan gizi yang tidak sesuai dengan klaim yang tercantum pada kemasan.
Dilansir dari detikFinance, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan temuan tersebut dalam konferensi pers di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026). Dari total 27 merek yang diperiksa, sebanyak 25 merek dinyatakan tidak memenuhi syarat, sedangkan dua lainnya memenuhi ketentuan.
Pemeriksaan dilakukan untuk melihat kesesuaian kandungan nutrisi dalam beras fortifikasi dengan informasi yang tertera pada label produk. Pemerintah menemukan adanya perbedaan antara klaim kandungan gizi dengan hasil pemeriksaan laboratorium.
Amran mengatakan persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan mutu produk. Ia juga memperkirakan praktik tersebut berpotensi menimbulkan kerugian hingga puluhan triliun rupiah.
“Ini sudah tidak tepat sasaran. Kemudian saat ini juga ada praktik penipuan terhadap beras fortifikasi, nilainya ini estimasi ya, Rp89 triliun,” kata Amran dalam konferensi pers tersebut.
Temuan lain berkaitan dengan harga jual. Amran mencontohkan beras fortifikasi yang ditemukan pemerintah dijual dengan harga hingga Rp57.000 per kilogram. Padahal, menurut perhitungannya, harga beras tersebut seharusnya berada di kisaran Rp13.000 per kilogram.
Biaya tambahan untuk proses fortifikasi sendiri diperkirakan hanya sekitar Rp1.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat pemerintah menyoroti adanya selisih harga yang cukup besar antara harga jual dengan perkiraan harga wajarnya.
“Beras fortifikasi dijual tertinggi Rp57.000. Mana bisa orang miskin membeli harga Rp57.000? Padahal begitu dicek, seharusnya harganya Rp13.000,” ujar Amran.
Dari hasil pemeriksaan, pemerintah mencatat rata-rata harga jual beras tersebut mencapai Rp23.385 per kilogram. Sementara itu, harga wajarnya diperkirakan sekitar Rp13.689 per kilogram. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp9.695 per kilogram.
Pemerintah juga mengambil langkah terhadap produk yang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Amran mengatakan Kementan telah memerintahkan penarikan produk dari peredaran. Produsen juga terancam kehilangan izin usaha dan menghadapi proses hukum.
“Yang pertama kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya, dan ketiga diproses,” kata Amran.
Berikut 25 merek beras fortifikasi yang disebut pemerintah tidak memenuhi syarat:
- Idola Fortifikasi
- Idola High Quality Whole Grain Rice
- Idola Long Grain Rice
- Ikan Mas Cupang
- AAA Wijaya Kusuma
- Cantik Manis
- Penari Bangkok
- Topi Koki Short Grain
- Topi Koki Setra Royale
- Topi Koki Long Grain Crystal
- HOK-1 Gohan
- Maknyuss Pulen Gizi
- Anak Raja Fortifikasi
- Anak Raja Nusantara
- Top Anak Raja
- PMS Induk Ayam
- Sumo
- Rasvit
- FS Nutri Rice
- Pelikan
- Rice Rojolele
- Super Kepala Beras Premium 111
- 111 Golden Number
- Putri Koki
- Wellfarm Beras Diabet
Pemerintah menyatakan dua merek lainnya yang diperiksa memenuhi syarat. Temuan ini menjadi dasar pemerintah untuk melakukan penarikan terhadap produk yang dinyatakan tidak sesuai dan menindak produsen berdasarkan ketentuan yang berlaku.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar