“TARUKA” Jadi Ruang Pelestarian Budaya Minangkabau
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Universitas Indonesia melalui Liga Tari Mahasiswa UI Krida Budaya kembali menghadirkan pertunjukan seni bertajuk “TARUKA: Asal Namo Minangkabau”. Bertempat di Taman Ismail Marzuki, pada Sabtu (16/5), pagelaran sendratari ini mengangkat kisah legenda asal-usul nama Minangkabau melalui perpaduan tari, musik tradisional, dramatik panggung, dan visual artistik.
Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Nusantara sekaligus ruang eksplorasi kreatif mahasiswa. Melalui gerak tari dan alur dramatik, “TARUKA” membawa penonton menelusuri sejarah dan makna di balik lahirnya nama Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun di masyarakat Ranah Minang.
Liga Tari Mahasiswa UI Krida Budaya mengemas pertunjukan dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan akar budaya aslinya. Koreografi dinamis dipadukan dengan tata cahaya, tata artistik, serta musik tradisional Minang untuk menghadirkan pengalaman pertunjukan yang emosional dan reflektif.
Sebagai bagian dari pengembangan riset budaya mahasiswa, “TARUKA” juga menghadirkan unsur-unsur budaya Minangkabau yang terinspirasi dari Tari Naiak Padi, Randai, Tari Sabalah, dan Tari Indang Piring. Keempat unsur tersebut merepresentasikan nilai kebersamaan, ketangkasan, rasa syukur, serta semangat masyarakat Minang yang diwariskan lintas generasi.
Melalui pagelaran ini, Liga Tari Mahasiswa UI Krida Budaya menegaskan komitmennya dalam melestarikan seni tari dan musik tradisional Indonesia. Pertunjukan tidak hanya dihadirkan sebagai hiburan, tetapi juga media edukasi budaya bagi generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai keberagaman budaya Indonesia.
“TARUKA: Asal Namo Minangkabau” sekaligus menunjukkan bahwa seni tradisi tetap dapat hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. Semangat kolaborasi, kreativitas, dan kecintaan generasi muda terhadap budaya Nusantara menjadi kunci dalam menjaga warisan budaya agar terus berkembang di masa depan.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar