Acara Wonka’s The Golden Ticket Jadi Kontroversi karena AI
- account_circle Muhammad Naufal Nurfikri
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Netflix menuai sorotan setelah mengumumkan acara kompetisi bertema Willy Wonka berjudul Wonka’s The Golden Ticket. Kontroversi muncul karena layanan streaming tersebut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menghadirkan kembali suara aktor mendiang Gene Wilder yang memerankan Willy Wonka dalam film klasik Willy Wonka & the Chocolate Factory (1971).
Dilansir dari Cinemags, Netflix bekerja sama dengan perusahaan AI ElevenLabs untuk merekonstruksi suara Gene Wilder. Pihak produksi juga memperoleh persetujuan dari keluarga serta Gene Wilder Estate sebelum menggunakan teknologi tersebut. Meski begitu, keputusan itu tetap memicu perdebatan di kalangan penggemar dan pegiat industri hiburan. Sebagian pihak menganggap penggunaan AI mampu menghormati warisan sang aktor, sedangkan pihak lain mempertanyakan aspek etika di balik penggunaan suara artis yang telah meninggal dunia.
Serial kompetisi ini akan mempertemukan 12 pemegang Golden Ticket bersama pasangan mereka dalam berbagai tantangan yang terinspirasi dari dunia Willy Wonka. Selain itu, Rusty Goffe, pemeran Oompa Loompa dalam film tahun 1971, juga kembali bergabung untuk memerankan karakter yang sama. Netflix menjadwalkan penayangan perdana acara tersebut pada 23 September 2026.
Sementara itu, penggunaan AI untuk menghidupkan kembali suara Gene Wilder memunculkan beragam reaksi di media sosial. Banyak penggemar menyampaikan kekhawatiran bahwa teknologi tersebut dapat mengurangi nilai artistik sebuah penampilan. Namun, Karen Boyer Wilder, istri mendiang Gene Wilder, justru mendukung proyek tersebut. Ia menilai acara itu dapat memperkenalkan kembali pesona Willy Wonka kepada generasi baru dengan tetap menghormati warisan sang aktor.
Melalui proyek ini, Netflix melanjutkan pengembangan semesta karya Roald Dahl setelah mengakuisisi Roald Dahl Story Company pada 2021. Di sisi lain, kontroversi yang muncul menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam industri hiburan masih menjadi perdebatan, terutama ketika teknologi tersebut melibatkan sosok yang telah wafat.
- Penulis: Muhammad Naufal Nurfikri


Saat ini belum ada komentar