Rano Karno Resmikan Jaksinema, Bioskop Mini Khusus Film Indonesia
- account_circle Muhammad Naufal Nurfikri
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Rano Karno meresmikan Jaksinema di Rumah Susun Pasar Rumput, Tebet, Jakarta Selatan. Bioskop mini tersebut menawarkan akses menonton film Indonesia dengan harga tiket yang lebih terjangkau. Kehadiran Jaksinema juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas ekosistem perfilman.
Jaksinema memiliki kapasitas 43 kursi. Bioskop tersebut khusus menayangkan film-film Indonesia sehingga masyarakat bisa menikmati karya sineas lokal lebih dekat dari tempat tinggal mereka. Pemprov DKI Jakarta menetapkan harga tiket Rp15 ribu pada hari biasa dan Rp20 ribu pada akhir pekan.
Rano Karno melihat kehadiran bioskop mini ini sebagai langkah untuk mendekatkan masyarakat dengan film nasional. Menurutnya, fasilitas seperti Jaksinema dapat membuka akses tontonan bagi warga yang tinggal di kawasan rumah susun.
Selain menghadirkan tontonan, Jaksinema juga membawa misi untuk memperkuat Jakarta sebagai kota sinema. Pemprov DKI Jakarta ingin memperluas ruang bagi masyarakat untuk menikmati film Indonesia tanpa harus pergi ke pusat perbelanjaan.
Sementara itu, kehadiran Jaksinema mendapat perhatian warga sekitar. Bioskop tersebut menjadi salah satu pilihan hiburan baru di kawasan Pasar Rumput. Masyarakat juga bisa memanfaatkan fasilitas tersebut saat akhir pekan bersama keluarga maupun teman.
Konsep bioskop mini seperti Jaksinema memberikan alternatif baru bagi industri film Indonesia. Harga tiket yang lebih murah dapat membantu masyarakat dari berbagai kalangan mengakses film nasional. Di sisi lain, kehadiran bioskop tersebut juga memberi ruang tambahan bagi karya lokal untuk bertemu dengan penonton.
Dengan hadirnya Jaksinema, Pemprov DKI Jakarta berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal dan menikmati film Indonesia. Program tersebut juga menunjukkan bahwa ruang pemutaran film tidak harus selalu hadir dalam bentuk jaringan bioskop besar.
- Penulis: Muhammad Naufal Nurfikri


Saat ini belum ada komentar