Pelatihan Kepemimpinan Jakarta Dorong Pemuda Wujudkan Aksi Nyata, Bukan Sekadar Slogan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 28 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Ratusan perwakilan organisasi kepemudaan dan mahasiswa berkumpul dalam Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Jakarta 2026 pada Rabu (30/9) silam. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi generasi muda untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, mengasah keterampilan dasar (soft skills), sekaligus memperluas jejaring lintas organisasi.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Zuhud Pana Graha, S.H., M.Si., hadir memberikan arahan langsung kepada para peserta. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak sekadar bangga menyandang predikat agen perubahan (agent of change) tanpa pembuktian konkret di masyarakat.
“Pemuda jangan hanya sekadar mengatakan agent of change, tetapi harus ada aksi nyata,” tegas Zuhud dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Zuhud mendorong peserta untuk proaktif membangun relasi dan menumbuhkan visi masa depan (future vision). Ia menilai tantangan zaman yang semakin dinamis membutuhkan kesiapan mental dan jaringan kolaborasi yang kuat.
“Jangan takut untuk bertemu dengan orang baru. Bangun komunikasi dan jaringan seluas-luasnya, karena dari networking kita bisa mendapatkan pengalaman, pengetahuan, bahkan peluang kolaborasi,” tambahnya.
Pelatihan ini turut dihadiri oleh berbagai pimpinan organisasi kemahasiswaan, salah satunya Ketua Umum BEM Cyber University (Universitas Siber Indonesia) Periode 2026-2027, Bimo Yunda Permana Putra. Bimo menilai keberagaman latar belakang peserta menjadi momen berharga untuk saling bertukar pengalaman dan metode kerja. Ia sepakat bahwa peran pemuda di tengah masyarakat membutuhkan langkah penyelesaian masalah yang nyata.
Pengalaman lintas organisasi ini diakui Bimo membuka perspektif baru yang siap diterapkan dalam menjalankan roda kepemimpinan di kampusnya.
“Pesan yang saya dapat adalah bahwa menjadi pemuda bukan hanya tentang memiliki jabatan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu mengambil peran, meningkatkan kemampuan, membangun jaringan, memiliki visi ke depan, kemudian berani melakukan aksi nyata,” ungkap Bimo.
Pelatihan kepemimpinan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi berlanjut pada inisiatif pergerakan pemuda. Dengan bekal wawasan dan jejaring yang baru terbentuk, generasi muda didorong untuk terus memberikan kontribusi nyata yang bermanfaat bagi kampus maupun lingkungan sekitarnya.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar