IEEE YESIST12 2026 Dorong Generasi Muda Ubah Pengetahuan Menjadi Peluang
- account_circle Redaksi
- calendar_month 18 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Bekasi —Universitas Nusa Mandiri (UNM) menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan IEEE YESIST12 2026 di Jakarta, Indonesia, yang berlangsung pada 2–3 Oktober 2026. Ajang internasional tersebut mempertemukan generasi muda, inovator, akademisi, dan profesional dari berbagai negara dalam rangkaian kegiatan yang berfokus pada teknologi, inovasi, pengembangan kompetensi, serta kolaborasi lintas bidang.
Salah satu rangkaian kegiatan dalam IEEE YESIST12 2026 menghadirkan Workshop Young Professional yang berlangsung di lantai 10 Wisma Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kaliabang, Bekasi. Workshop tersebut membahas pentingnya mengembangkan pengetahuan dan pengalaman menjadi nilai, peluang, serta solusi yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.
IEEE YESIST12 merupakan platform inovasi global yang mempertemukan pelajar, mahasiswa, dan young professionals dari berbagai negara untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi bagi persoalan sosial dan keberlanjutan. Ajang ini menjadi ruang bagi peserta untuk berkolaborasi, berbagi gagasan, dan mengembangkan inovasi.
Kegiatan ini menghadirkan Sinta Novanana, CEO RumahLab Train4best, Jakarta, sebagai salah satu narasumber. Dalam sesi tersebut, ia membagikan pengalaman mengenai perjalanan membangun venture yang berangkat dari pengalaman profesional, pengetahuan, serta pemahaman terhadap kebutuhan nyata di masyarakat.
Workshop tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memahami bahwa perjalanan kewirausahaan tidak selalu dimulai dari sebuah bisnis yang besar. Sebuah venture dapat tumbuh dari pengalaman yang dikumpulkan melalui berbagai perjalanan profesional, mulai dari praktisi, akademisi, peneliti hingga entrepreneur.
Menurut Sinta, pengetahuan yang dimiliki seseorang dapat menjadi modal awal untuk menciptakan nilai dan membuka peluang bagi orang lain. Karena itu, generasi muda perlu melihat pengalaman dan kompetensi bukan hanya sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga sebagai dasar untuk menciptakan solusi.
Pengetahuan dan Pengalaman Menjadi Modal Awal Membangun Usaha
“Bagaimana pengetahuan dan pengalaman dapat menciptakan nilai serta peluang bagi orang lain? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu hal penting dalam perjalanan saya membangun venture. Pengetahuan yang kita miliki dapat menjadi modal pertama untuk menemukan persoalan dan menciptakan solusi,” ujar Sinta dalam sesi Workshop Young Professional IEEE YESIST12 2026.
Dalam pemaparannya, Sinta menjelaskan perjalanan membangun venture melalui empat tahapan, yaitu Dream, Determination, Action, dan Impact. Menurutnya, sebuah usaha berawal dari mimpi atau gagasan, kemudian membutuhkan keteguhan untuk mewujudkannya, tindakan nyata untuk menjalankannya, serta orientasi terhadap dampak yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Tahap Dream menjadi awal ketika seseorang menemukan gagasan yang ingin diwujudkan. Selanjutnya, Determination diperlukan agar seseorang tetap konsisten menghadapi berbagai tantangan. Gagasan tersebut kemudian harus diwujudkan melalui Action hingga menghasilkan Impact bagi pengguna maupun lingkungan sekitar.
Sinta juga membagikan sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan ketika membangun venture. Salah satunya adalah membangun kepercayaan. Venture yang baru berkembang perlu menunjukkan kualitas dan kredibilitas agar mendapatkan kepercayaan dari masyarakat maupun pengguna.
Selain itu, pemahaman terhadap kebutuhan menjadi hal penting dalam mengembangkan sebuah layanan. Sebuah usaha tidak cukup hanya menawarkan produk atau memberikan materi, tetapi harus mampu menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Ketika membangun venture, kita harus memahami kebutuhan pengguna. Pelatihan atau layanan yang diberikan harus mampu menyelesaikan masalah nyata, bukan hanya menyampaikan materi. Kualitas juga harus tetap dijaga meskipun usaha terus berkembang,” jelasnya.
Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu tantangan dalam membangun venture. Perubahan teknologi yang berlangsung cepat membuat pelaku usaha perlu terus belajar dan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat. Kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting agar sebuah usaha tetap relevan.
Bagi generasi muda yang ingin menjadi entrepreneur, memulai usaha tidak harus menunggu sampai memiliki sumber daya yang besar. Langkah awal dapat dilakukan dengan menemukan persoalan yang jelas, memanfaatkan pengetahuan sebagai modal, kemudian menguji gagasan tersebut kepada pengguna.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam Workshop Young Professional IEEE YESIST12 2026. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan gambaran mengenai bagaimana pengalaman profesional dapat dikembangkan menjadi gagasan usaha sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong terciptanya ruang pembelajaran yang mempertemukan peserta dengan pengalaman praktis, perkembangan teknologi, dan kebutuhan dunia profesional. Kehadiran Workshop Young Professional dalam rangkaian IEEE YESIST12 2026 menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang memberikan wawasan mengenai pengembangan kompetensi dan kewirausahaan di era digital.
Di akhir sesi, peserta diajak untuk tidak terlalu fokus pada keinginan memulai sesuatu dalam skala besar. Hal yang lebih penting adalah memiliki tujuan yang jelas, memahami persoalan yang ingin diselesaikan, serta membangun kepercayaan melalui kualitas dan konsistensi.
“Tidak perlu memulai dari sesuatu yang besar. Yang penting adalah memulai dengan jelas, menemukan masalah yang layak untuk diselesaikan, menggunakan pengetahuan sebagai modal pertama, melakukan validasi kepada pengguna, membangun kepercayaan melalui kualitas dan konsistensi, kemudian mengubah perjalanan kita menjadi dampak bagi orang lain,” pungkasnya.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar