Menemukan Harapan di Tengah Sakit, Perjalanan Spiritual Aurelia Fediana Dituangkan Lewat Single “Selalu Ada”
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Rasa sakit tidak selalu terlihat dari luar. Bagi Aurelia Fediana, senyum dan aktivitas sehari-hari yang nampak biasa dari luar sebenarnya menyimpan perjuangan besar yang tak kasat mata.
Semuanya bermula saat sebuah insiden mengubah jalan hidupnya. Selama lebih dari tiga tahun, berdiri, berjalan, duduk, hingga tidur harus dijalaninya beriringan dengan rasa nyeri yang begitu hebat.
Namun, di tengah lorong sunyi penderitaan itu, Aurelia justru menemukan kembali apa yang sempat hilang: jemarinya yang rindu merangkai nada dan kata.
Melodi yang Hadir di Kala Duka
Sejak 2016, Aurelia sempat berhenti mengarang lagu. Namun, memasuki pertengahan 2023, di saat tubuhnya masih bertarung dengan rasa sakit, inspirasi musik rohani mendadak mengalir tanpa henti.
Bagi Aurelia, mengarang lagu mirip seperti menulis catatan harian. Musik menjadi ruang aman untuk menyembunyikan cerita pribadi di balik permainan kata, sekaligus cara mengabadikan kekuatan diri agar bisa dipeluk kembali saat hari-hari sulit datang lagi.
Dari deretan karya yang lahir, sebuah lagu bertajuk “Selalu Ada” resmi meluncur ke publik pada Selasa, 1 September 2026, di bawah naungan Irma June Music via Ladofadoredo.
Petikan lirik chorus tersebut menjadi inti dari apa yang dirasakannya. Aurelia ingin mengingatkan bahwa di saat manusia merasa paling terpuruk dan tak mampu melihat jalan keluar, tangan-tangan yang tak terlihat sebenarnya tetap bekerja merawat harapan.
Sentuhan Musisi Senior dan DNA Suara
Karya yang lahir dari pengalaman personal ini tak digarap sembarangan. Aurelia mengasah vokal dan emosi bernyanyinya di bawah bimbingan langsung penyanyi senior Irma June melalui Irma June Vocal Academy.
Proses latihan tidak hanya menyasar ketepatan teknis seperti improvisasi atau nada tinggi, tetapi juga menggali “DNA” suara agar emosi di balik lagu sampai ke hati pendengar.
Aransemen lagu ini dipercantik oleh Agus Hendrajaya, balutan backing vocal dari Irma June dan Stephen Tamadji, serta sentuhan petikan gitar dari Morgan Sigarlaki. Kolaborasi musisi senior ini berhasil memoles ide sederhana Aurelia menjadi karya produksi yang utuh dan menyentuh.
Lebih dari Sekadar Kisah Pribadi
Meski kini telah mengantongi sekitar 25 tabungan lagu, Aurelia menegaskan bahwa karya-karyanya bukan tentang mencari popularitas.
Ia tidak sedang memamerkan kisah seseorang yang sudah sempurna setelah melewati badai. Sebaliknya, ia hadir sebagai manusia biasa yang masih belajar dan terus berkarya.
Lewat “Selalu Ada”, Aurelia berharap lagunya bisa menjadi benih kecil yang tumbuh dan menguatkan siapa saja, bahkan jika itu hanya untuk satu atau dua pendengar yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya. Bahwa pada akhirnya, selalu ada terang di balik derita, tepat pada waktu-Nya.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar