Rupiah Terus Melemah, Harga Suku Cadang Naik hingga 20 Persen
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sumber: montiro.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada sektor otomotif. Kenaikan harga suku cadang membuat biaya perawatan kendaraan meningkat dan menyebabkan sejumlah bengkel mengalami penurunan jumlah pelanggan.
Mengutip DetikOto, beberapa komponen kendaraan mengalami kenaikan harga secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, pada beberapa produk impor, kenaikan harga tercatat mencapai 20 persen akibat meningkatnya biaya pengadaan barang dari luar negeri.
Kondisi tersebut membuat sebagian pemilik kendaraan memilih menunda servis maupun penggantian komponen yang dianggap belum mendesak. Akibatnya, jumlah pelanggan yang datang ke bengkel mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Dikutip dari DetikOto, pelemahan rupiah berdampak langsung pada harga suku cadang impor karena biaya pembelian komponen dari luar negeri menjadi lebih mahal. Kenaikan harga ini kemudian diteruskan kepada konsumen melalui penyesuaian harga jual di pasar.
Selain suku cadang, beberapa kebutuhan bengkel seperti oli dan ban juga mengalami kenaikan harga. Berdasarkan laporan DetikOto, harga berbagai kebutuhan bengkel meningkat antara 15 hingga 30 persen dalam beberapa waktu terakhir.
Pihak Ducati Indonesia melalui pengumuman resminya menyatakan bahwa harga suku cadang baru mengalami penyesuaian sebesar 20 persen sejak 8 Juni 2026. “Penyesuaian ini merupakan dampak dari kondisi ekonomi global yang mempengaruhi rantai pasok suku cadang, serta pelemahan nilai tukar uang saat ini yang berdampak langsung pada biaya pengadaan barang impor,” tulis Ducati Indonesia, dikutip DetikOto.
Jika kondisi nilai tukar rupiah belum membaik, pelaku industri otomotif memperkirakan harga komponen kendaraan masih berpotensi mengalami kenaikan. Situasi ini dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan aktivitas usaha bengkel yang bergantung pada ketersediaan suku cadang impor.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar