ABPEDNAS Lantik Srikandi Jaga Desa, Perkuat Kepemimpinan Perempuan dalam Pembangunan Desa
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo, bersama jajaran pengurus ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa usai prosesi pelantikan DPP, DPD, dan DPC di The Djakarta Theater, Jakarta. Foto: ABPEDNAS.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (ABPEDNAS) Indonesia resmi melantik jajaran pengurus Srikandi Jaga Desa dan Kelurahan tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Pelantikan yang digelar di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026), menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran perempuan sebagai motor penggerak pembangunan desa dan kelurahan di Indonesia.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo, bersama Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dari unsur pemerintah, legislatif, hingga organisasi kemasyarakatan.
Srikandi Jaga Desa dan Kelurahan merupakan organisasi sayap resmi ABPEDNAS yang dibentuk untuk mendorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa. Organisasi ini berfokus pada penguatan kepemimpinan perempuan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan ketahanan sosial, serta mendukung pembangunan desa dan kelurahan yang inklusif dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Dewan Pengawas DPP ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani, serta Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa Sherly Tjoanda Laos. Kehadiran para tokoh nasional tersebut menunjukkan dukungan terhadap penguatan kapasitas perempuan dalam pembangunan dari tingkat akar rumput.
Suasana pelantikan berlangsung hangat sejak awal acara. Sebelum membacakan susunan kepengurusan, Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, menyampaikan pantun bertema persatuan dan pembangunan desa yang disambut antusias oleh seluruh tamu undangan.
Dalam pidato utamanya, Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari desa dengan melibatkan perempuan sebagai salah satu pilar utama.
“Ketahanan nasional yang kuat berawal dari ketahanan desa. Di situlah perempuan memiliki peran penting sebagai penjaga moral keluarga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Hashim.
Menurut Hashim, perempuan memiliki posisi strategis dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing.
Senada dengan itu, Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa Sherly Tjoanda Laos menilai keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang tangguh. Ia mengatakan perempuan yang memiliki kemandirian ekonomi akan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan desa.
“Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Perempuan yang berdaya secara ekonomi akan memiliki suara yang lebih kuat dalam menentukan masa depan desanya,” kata Sherly.
Sementara itu, Dewan Pembina ABPEDNAS sekaligus Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa, Maya Miranda Ambarsari, menyoroti pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel agar setiap program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara efektif.
Menurut Maya, pengelolaan keuangan yang baik menjadi faktor penting agar berbagai program pemberdayaan perempuan dan pengembangan UMKM benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana menjelaskan bahwa Srikandi Jaga Desa dibentuk sebagai wadah bagi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), aktivis, relawan, hingga masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan desa.
Ia mengatakan organisasi tersebut akan menjadi mitra strategis pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, maupun berbagai pemangku kepentingan dalam mengawal pembangunan desa yang transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.
Adhitya juga mengungkapkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan organisasi, di antaranya penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, perlindungan perempuan dan anak, serta pengembangan kepemimpinan perempuan di seluruh Indonesia.
Rangkaian pelantikan ditutup dengan pembacaan Surat Keputusan pengurus, penyerahan bendera pataka, peluncuran logo resmi organisasi, serta penyerahan kartu tanda anggota (KTA) secara simbolis kepada para pengurus yang baru dilantik.
Melalui pelantikan tersebut, ABPEDNAS berharap Srikandi Jaga Desa mampu menjadi wadah bagi perempuan untuk berkontribusi lebih luas dalam pembangunan desa dan kelurahan. Kolaborasi antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar