Temuan Pelampung Belum Terjawab, Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Berlanjut
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

TNI AL menemukan pelampung saat melakukan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di sekitar Perairan Selat Sunda. Foto: Dokumentasi Tim SAR Gabungan/JPNN Banten.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda masih terus dilakukan. Memasuki hari ketiga pada Kamis (10/9/2026), tim dari TNI Angkatan Laut (TNI AL) menemukan sebuah life jacket atau pelampung serta satu buoy saat melakukan penyisiran di kawasan tersebut.
Dilansir dari Liputan6.com, temuan itu didapat oleh kapal patroli KAL Anyer milik TNI AL ketika menyisir perairan Selat Sunda untuk mencari keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).
Kapal KAL Anyer menemukan satu life jacket dan sebuah tabung putih yang disebut sebagai buoy. Namun, TNI AL belum bisa memastikan apakah kedua benda tersebut berkaitan dengan rombongan yang sedang dicari.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, saat memberikan keterangan di Posko SAR Gabungan, Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (10/9/2026), mengatakan pelampung dan buoy yang ditemukan merupakan benda yang umum digunakan di perairan.
“Yang ditemukan satu buah life jacket dan tabung putih (buoy) yang biasa, umum digunakan, jadi belum bisa kita pastikan berkaitan dengan korban,” ujar Wawan, seperti dilansir Liputan6.com.
Wawan menjelaskan, temuan tersebut belum dapat langsung dikaitkan dengan kapal yang membawa para jurnalis. Barang-barang yang ditemukan akan dikumpulkan terlebih dahulu untuk kemudian diteliti. Tim juga akan meminta keterangan dari pemilik kapal guna membantu memastikan asal benda tersebut.
Menurut Wawan, proses identifikasi perlu dilakukan sebelum tim menyampaikan kesimpulan mengenai keterkaitan pelampung dan buoy dengan rombongan yang hilang.
“Untuk temuan yang diperoleh oleh tim dari KAL Anyer, saat ini masih akan dilakukan identifikasi terlebih dahulu, jadi mohon bersabar,” kata Wawan dalam keterangannya di Posko SAR Gabungan, seperti dilansir Liputan6.com.
Wawan juga meminta masyarakat tidak terburu-buru membuat kesimpulan mengenai temuan tersebut. Pasalnya, pelampung dan buoy merupakan benda yang lazim digunakan di wilayah perairan sehingga masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui asalnya.
Di sisi lain, operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak masih berlangsung. Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di perairan Selat Sunda untuk menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut.
Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, saat menyampaikan perkembangan operasi pencarian kepada wartawan di Posko SAR Gabungan, memastikan personel masih berada di lapangan dan melanjutkan penyisiran.
“Rekan-rekan masih melakukan penyisiran,” jelas Wawan, seperti dilansir Liputan6.com.
Pencarian tersebut dilakukan setelah lima jurnalis bersama tiga awak kapal dilaporkan hilang kontak ketika melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026). Hingga hari ketiga pencarian, keberadaan mereka masih belum diketahui.
Temuan life jacket dan buoy pun menjadi salah satu informasi yang diperiksa oleh tim dalam proses pencarian. Meski demikian, TNI AL belum menyatakan kedua benda tersebut sebagai petunjuk yang berkaitan langsung dengan delapan orang yang hilang.
Tim SAR masih melanjutkan penyisiran di sejumlah titik perairan Selat Sunda. Setiap benda atau informasi yang ditemukan akan diperiksa terlebih dahulu sebelum dipastikan memiliki hubungan dengan rombongan yang dicari.
Sampai saat ini, proses pencarian dan identifikasi masih berjalan. TNI AL juga meminta masyarakat menunggu keterangan resmi dari tim SAR agar tidak muncul kesimpulan yang belum terverifikasi.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar