Gempa M5 Guncang Flores, BMKG Ingatkan Warga Waspadai Gempa Susulan
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi gempa bumi. Foto: Ngopibareng.id.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali diguncang gempa bumi pada Senin pagi. Gempa dengan kekuatan magnitudo 5,0 tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama M7,7 yang mengguncang Flores sebelumnya.
Dilansir dari Kompas.com, gempa tersebut terjadi pada pagi hari dan kembali membuat masyarakat di sejumlah wilayah Flores merasakan getaran. Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tercatat berkekuatan M5,2 pada parameter awal, kemudian diperbarui menjadi M5,0. Gempa terjadi pada pukul 04.20.18 WIB dengan kedalaman 10 kilometer.
Episenter gempa berada di darat, sekitar 33 kilometer arah timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, dengan koordinat 8,37 derajat Lintang Selatan dan 120,64 derajat Bujur Timur. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Gempa dirasakan cukup kuat di wilayah Sambi Rampas, Manggarai Timur. Berdasarkan skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) V, getaran pada tingkat tersebut dapat dirasakan hampir seluruh penduduk dan membuat banyak orang terbangun dari tidur.
Guncangan juga dirasakan di sejumlah wilayah lain di Flores dengan intensitas berbeda. Informasi BMKG Stasiun Geofisika Kupang mencatat getaran turut dirasakan di wilayah seperti Reok dan Ruteng, sementara beberapa daerah lain mengalami intensitas yang lebih rendah.
BMKG menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan gempa berupa oblique normal fault.
Gempa terbaru ini juga tidak berdiri sendiri. Peristiwa tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama M7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026. Aktivitas kegempaan di wilayah tersebut masih terus dipantau oleh BMKG.
Hingga Senin pagi, BMKG mencatat telah terjadi 6.397 aktivitas gempa susulan setelah gempa utama M7,7. Dari ribuan aktivitas tersebut, gempa susulan terbesar yang tercatat mencapai magnitudo 6,2.
Sebelumnya, BMKG juga telah mengingatkan bahwa aktivitas gempa susulan setelah gempa utama Flores masih dapat berlangsung selama beberapa pekan. Pada 21 Agustus 2026, BMKG menyebut jumlah gempa susulan telah mencapai 4.258 kejadian, termasuk 118 gempa yang dirasakan masyarakat dan 31 gempa dengan magnitudo di atas 5,0.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, sebelumnya menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara, rangkaian gempa susulan diperkirakan masih dapat berlangsung sekitar 3–4 minggu setelah gempa utama.
Karena itu, masyarakat di wilayah Flores diminta tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan. BMKG mengingatkan warga agar berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak berasal dari sumber resmi. Informasi mengenai perkembangan aktivitas gempa akan terus diperbarui BMKG melalui kanal resminya.
Gempa M5 yang kembali mengguncang Flores menjadi pengingat bahwa aktivitas seismik di kawasan tersebut masih berlangsung. Terlebih, wilayah Flores saat ini masih dalam periode pemulihan setelah gempa utama M7,7 yang sebelumnya menimbulkan dampak besar di sejumlah wilayah NTT.
BMKG memastikan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan akan terus dilakukan. Data terbaru mengenai gempa susulan dan potensi dampaknya akan disampaikan kepada masyarakat serta pihak terkait sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar